Presiden Prabowo Berhentikan Dadan sebagai Kepala BGN

waktu baca 2 menit
Dadan Hindayana, eks Kepala BGN. (FOTO: Infosulteng.id/Fahril)

Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi memberhentikan tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk Kepala BGN Dadan Hindayana, dalam keputusan yang diumumkan Selasa (2/6) sore di Istana Merdeka, Jakarta.

Pemberhentian tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam keterangan pers di Ruang Sidang Kabinet, Istana Merdeka. Tiga pimpinan BGN yang diberhentikan adalah, Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Lodewijk Pusung sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.

“Maka pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni Tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo Hadi, dikutip dari cnbcindonesia.com.

Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi ketiga pejabat tersebut selama ini dalam membangun fondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional.

Presiden Prabowo menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, menggantikan Dadan Hindayana. Nanik sebelumnya telah ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN pada September 2025 dan dipercaya memegang peran tambahan sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Mengangkat Saudari Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru,” ujar Mensesneg Prasetyo Hadi di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan.

Selain itu, muncul isu tumpang tindih kepemimpinan di BGN dengan adanya dua ‘kepala’ selain Dadan Hindayana, serta isu yang beredar mengenai Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kejaksaan Agung, meski Sony membantah keras isu tersebut.

Pergantian pimpinan ini tidak mempengaruhi anggaran BGN untuk tahun 2026 yang tetap mencapai Rp 268 triliun, dengan Rp 255,58 triliun dialokasikan untuk program pemenuhan gizi.

Dadan Hindayana sebelumnya memastikan anggaran tersebut tidak terpengaruh oleh pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa.*

Tinggalkan Balasan