Korban Peluru Nyasar Kasus Penembakan Jukir di Palu Masih Dirawat

waktu baca 2 menit
[radio_player id="2"]
Muhammad Affandi, korban peluru nyasar masih dirawat di rumah sakit. (FOTO: Fahril/Infosulteng.id)

Palu – Muhammad Affandi (26), korban peluru nyasar dalam kasus penembakan juru parkir berinisial Alm. DD yang melibatkan anggota Bidpropam Polda Sulteng, Aipda AA, di depan supermarket Alfamidi, Kelurahan Talise Valangguni, Kota Palu, Sulawesi Tengah, masih menjalani perawatan akibat luka tembak di bagian kanan leher.

Menurut pengakuan kakak korban, Idam, Affandi bahkan sempat berjalan menuju apotek untuk meminta pertolongan setelah menyadari dirinya terluka.

Idam menjelaskan peristiwa itu bermula ketika adiknya mendengar suara seperti ban meletus sebanyak tiga kali. Karena suara tersebut terdengar berulang, korban kemudian mengintip dari lapak usaha miliknya yang tak jauh dari tempat kejadian untuk mengetahui apa yang terjadi.

Saat mengintip, korban melihat seseorang membawa pistol. Korban kemudian merunduk. Tak lama berselang, terdengar beberapa kali suara tembakan.

“Setelah beberapa kali tembakan, dia mulai sadar tubuhnya terasa hangat. Saat pundaknya dipegang, ternyata ada darah,” kata Idam, Jumat malam, 28 Agustus 2026.

Dalam kondisi panik, korban kemudian berjalan menuju apotek. Sesampainya di sana, pegawai apotek melihat darah pada tubuh korban dan kemudian berinisiatif membawanya ke Rumah Sakit Tentara Dr. Sindhu Trisno, Jalan Sisingamangaraja.

Menurut Idam, korban masih dalam kondisi sadar ketika tiba di rumah sakit sekitar pukul 21.30 WITA. Keluarga kemudian mengetahui kejadian tersebut setelah korban menghubungi mereka dan memberitahukan bahwa dirinya berada di rumah sakit.

“Dia masih sadar sampai dibawa ke rumah sakit,” ujar Idam.

Korban kemudian menjalani operasi yang berlangsung sekitar dua jam. Setelah menjalani tindakan medis, kondisi korban disebut cukup baik, meski masih merasakan sakit akibat terkena serpihan proyektil.

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, proyektil masuk dari bagian bawah leher sebelah kanan.

“Alhamdulillah kondisinya baik. Cuma masih terasa nyeri dan mungkin masih ada serpihan proyektil. Setelah operasi dia juga sempat kedinginan, mungkin karena efek anestesi,” kata Idam.

Saat ini, keluarga masih berfokus pada proses pengobatan dan pemulihan korban. Mereka berharap pihak-pihak terkait dapat membantu memastikan penanganan korban serta memberikan kejelasan mengenai pertanggungjawaban atas kejadian tersebut.

Idam juga menyebut pihak keluarga sempat mendapat informasi mengenai rencana bantuan dari kepolisian. Selain itu, terdapat pihak yang disebut berasal dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang datang menemui keluarga.

Namun, hingga saat ini, keluarga mengaku belum menerima bantuan secara langsung. Mereka juga masih menunggu kepastian mengenai pembiayaan perawatan korban, termasuk apakah akan ditanggung melalui BPJS Kesehatan atau mekanisme lainnya.

“Biaya perawatan nanti kita, maksudnya, pihak kepolisian mungkin menanggung semuanya,” ujar Kasatreskrim Polresta Palu, AKP, Ismailbobby. RIL

Tinggalkan Balasan