Ketua PPNI Sulteng Minta Perawat RS Undata Tidak Mogok Kerja
Palu — Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sulawesi Tengah, Masri Dg Taha, meminta perawat dan tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu tetap bekerja dan memberikan pelayanan kepada pasien di tengah polemik penghitungan insentif jasa layanan.
Masri mengatakan, PPNI Sulteng mendukung langkah manajemen RS Undata untuk mengubah regulasi terkait penghitungan insentif jasa layanan. Namun, perubahan tersebut harus memiliki dasar regulasi yang kuat dan tetap mempertimbangkan keadilan bagi perawat serta nakes lainnya.
“Kami mendukung anggota perawat dan nakes lainnya yang bekerja di Rumah Sakit Undata untuk menuntut haknya. Sepanjang itu masih dalam batas kesantunan, penuh etika, profesionalitas, dan mengedepankan rasionalitas,” kata Masri, di Kantor PPNI Sulteng, Kamis sore, 27 Agustus 2026.
Di sisi lain, Masri meminta para perawat dan nakes tidak melakukan pemogokan kerja. Menurut dia, pelayanan kepada pasien harus tetap menjadi prioritas karena menyangkut aspek kemanusiaan.
“Kemanusiaan itu di atas segalanya. Kita kembali kalau pasien itu seperti kita sendiri atau keluarga. Tidak ada hal yang menghalangi kita untuk memberikan yang terbaik kepada mereka,” ujarnya.
Masri juga meminta manajemen RS Undata menurunkan tensi dan mengedepankan suasana yang lebih kondusif. Dia menegaskan tidak boleh ada intimidasi maupun ancaman terhadap perawat dan nakes yang menyampaikan tuntutan.
“Kami meminta kepada manajemen untuk menurunkan tensi atau cooling down. Tidak ada intimidasi, tidak ada ancaman dan sebagainya kepada perawat dan nakes lainnya,” kata dia.
Penyelesaian persoalan insentif jasa layanan kini menunggu tim yang dibentuk Gubernur Sulawesi Tengah. Dia dipercaya mewakili perawat RS Undata dalam tim remunerasi tersebut.
“Saya sendiri dipercayakan oleh teman-teman perawat di Rumah Sakit Undata untuk mewakili mereka di dalam tim yang dibentuk Pak Gubernur. Saya tim remunerasi itu, saya menunggu SK definitif,” ujarnya.
Setelah SK definitif diterbitkan, tim tersebut akan menggelar rapat untuk merumuskan kembali pola penyusunan insentif jasa layanan di RS Undata.
Menurut Masri, keberadaan RS Undata harus dijaga bersama karena rumah sakit tersebut merupakan salah satu rumah sakit rujukan di Sulawesi Tengah.
“Undata ini adalah rumah sakit rujukan, bukan hanya rujukan dalam hal penyakit atau pasien di Sulawesi Tengah, tetapi juga menjadi rujukan bagi rumah sakit-rumah sakit daerah yang ada di Sulawesi Tengah,” katanya.
Karena itu, dia meminta seluruh pihak, termasuk perawat, nakes dan manajemen, mengutamakan kepentingan rumah sakit serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Masri juga memberikan masukan kepada manajemen agar setiap kebijakan baru tidak langsung diterapkan tanpa melalui proses persiapan.
Menurut dia, kebijakan baru sebaiknya terlebih dahulu disosialisasikan dan disimulasikan kepada karyawan. Setelah dipahami dan diterima sebagian besar karyawan, kebijakan tersebut baru diterapkan secara penuh.
“Perlu kita antisipasi masa transisi di dalam implementasi ini,” ujarnya.
Masri kembali mengingatkan manajemen untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh persoalan, termasuk ancaman atau intimidasi terhadap tenaga kesehatan.
Dia meminta manajemen sebagai pimpinan sekaligus pelindung para pekerja untuk memastikan tidak ada dampak negatif lanjutan dari polemik tersebut.
“Secara spesifik kami meminta agar tidak ada tendensi negatif, tidak ada pengancaman, tidak ada intimidasi akibat ekses dari kejadian ini,” kata Masri.
Dia menambahkan, apabila terdapat ancaman atau intimidasi terhadap tenaga kesehatan, persoalan tersebut dapat dilaporkan kepada pihak berwajib karena menyangkut hak individu.
Masri berharap seluruh pihak dapat menahan diri sambil menunggu proses yang dilakukan tim remunerasi dan tetap menjaga pelayanan di RS Undata.
“Kami meminta kepada semua pihak, teman-teman perawat, nakes lainnya, dan terutama kepada manajemen untuk bagaimana memberikan yang terbaik kepada Rumah Sakit Undata,” tandas Masri. RIL
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.








