Kapal KLM Maryam Indah Terbakar di Perairan Luwuk, Satu Tewas Dua dalam Pencarian

waktu baca 2 menit
[radio_player id="2"]
Proses evakuasi kebakaran kapal KLM Maryam Indah oleh Tim SAR. (FOTO: ISTIMEWA)

Banggai – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu melalui Pos SAR Luwuk melaksanakan operasi SAR terkait kecelakaan kapal KLM Maryam Indah yang terbakar di perairan Luwuk, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Sabtu dini hari, 13 September 2025.

Informasi awal diterima dari Syahbandar Pelabuhan Luwuk, Takdir, pada pukul 00.59 WITA. Dalam laporan disebutkan terdapat sebuah kapal terbakar sekitar 1 mil laut dari Pelabuhan Luwuk. Tim SAR segera diberangkatkan menggunakan KN SAR Bhisma bersama unsur terkait lainnya.

Berdasarkan laporan kronologi kejadian yang diterima dari Tim SAR, sekitar pukul 01.30 WITA, Tim Rescue Pos SAR Luwuk, ABK KN SAR Bhisma, dan unsur potensi SAR tiba di lokasi, langsung melakukan proses pemadaman.

Kemudian di pukul 01.44 WITA, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi tiga korban, terdiri dari dua selamat dan satu meninggal dunia, lalu dibawa ke RSUD Luwuk.

Hingga 04.00 WITA, pemadaman terus dilakukan dengan bantuan tugboat Pertamina. Api mulai mengecil, namun karena muatan kapal berupa kopra, bara masih terlihat dan lambung kapal mulai tenggelam.

Dan sekitar 05.05 WITA, KN SAR Bhisma melanjutkan pencarian terhadap dua korban lainnya yang dilaporkan hilang.

Data Korban

  1. Landesa – Selamat
  2. Marten – Selamat
  3. La Anto – Meninggal dunia
  4. La Alami – Dalam pencarian
  5. La Hamid – Dalam pencarian

Unsur Terlibat

Dalam proses penanganan kejadian ini, unsur yang dilibatkan yaitu Pos SAR Luwuk, ABK KN SAR Bhisma, Syahbandar Pelabuhan Luwuk, Polres Luwuk, Pos AL Luwuk, BPBD Luwuk, serta masyarakat setempat.

Kepala Kantor SAR Palu, Muh. Rizal, S.H., menegaskan operasi SAR masih terus berlangsung dengan fokus pada pencarian dua korban yang belum ditemukan.

“Sejak menerima informasi pada dini hari, tim kami bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Saat ini, dua korban masih dalam pencarian, sementara unsur SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi dengan dukungan peralatan lengkap. Kami mengimbau masyarakat dan nelayan sekitar untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujar Rizal.

Operasi SAR akan terus dilakukan hingga seluruh korban berhasil ditemukan. Tim SAR terus melaporkan perkembangan pencarian secara berkala.*

Tinggalkan Balasan