Kaban BKD Sulteng Dampingi Kafilah Korpri Berlaga di MTQ Nasional 2026

waktu baca 3 menit
[radio_player id="2"]
Kepala BKD Sulteng, Sitti Asma Ul Husnasyah, mendampingi Korpri Sulteng mengikuti MTQ VIII Korpri Tingkat Nasional 2026. (FOTO: Istimewa)

Makassar — Kafilah Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Sulawesi Tengah (Sulteng) mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Korpri Tingkat Nasional 2026 yang berlangsung di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, 23–30 Agustus 2026.

Kafilah Korpri Sulteng mengikuti enam cabang lomba dengan delapan peserta. Mereka membawa misi untuk mengharumkan nama Sulawesi Tengah dalam ajang yang digelar setiap dua tahun tersebut.

Dukungan diberikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulawesi Tengah Sitti Asma Ul Husnasyah yang juga merupakan Pembina Korpri Sulteng. Ia turun langsung mendampingi peserta di sejumlah lokasi perlombaan.

MTQ VIII Korpri Nasional 2026 dibuka Menteri Agama Republik Indonesia pada Senin (24/8/2026). Sehari kemudian, Kafilah Sulteng mulai berlaga pada cabang Kaligrafi Dekorasi yang diikuti Rusdianto dan Shohifah Mawaddah Asran di Auditorium PT Semen Tonasa, Kabupaten Pangkep.

Pada hari kedua perlombaan, Rabu (26/8/2026), peserta Sulteng kembali bertanding di sejumlah venue di Kota Makassar.

Taslim mengikuti cabang Tilawah, Mikdan pada cabang Tartil, dan Mohamad Syarif Zamrud pada cabang Doa. Ketiganya berlomba di Asrama Haji Sudiang.

Sementara itu, Ardian mengikuti cabang Dakwah di Lapangan Karebosi dan Affan mengikuti cabang Adzan di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.

Di tengah padatnya jadwal dan lokasi perlombaan yang tersebar, Sitti Asma Ul Husnasyah berkeliling mendampingi para peserta. Kehadirannya tidak hanya untuk memantau pertandingan, tetapi juga memberikan dukungan moral dan motivasi agar kafilah tampil maksimal.

Menurutnya, MTQ Korpri menjadi bagian penting dalam membangun kualitas spiritual ASN.

“Terlepas sebagai Kaban BKD dan Pembina Korpri Sulteng, ajang religi yang diikuti ASN perlu kita beri perhatian dan apresiasi. Sisi kita sebagai umat beriman harus terus kita asah karena iman terkadang kuat dan terkadang melemah,” ujarnya.

Ia mengatakan nilai keimanan dan ketakwaan memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan tugas ASN. Menurutnya, pekerjaan yang dilandasi nilai spiritual tidak hanya diharapkan menghasilkan keberhasilan, tetapi juga ketenangan dalam menjalankan tugas.

“Ketika kita bekerja dilandasi keimanan dan ketakwaan kepada Yang Maha Kuasa, bukan hanya kelancaran dan keberhasilan kerja yang dicapai, tetapi juga muncul ketenangan dalam bekerja, bahkan dapat menghindarkan kita dari bahaya dan petaka,” katanya.

Sitti menilai MTQ Korpri Nasional tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk meraih prestasi. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter ASN yang berintegritas, bertakwa, dan menjunjung nilai moral dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

Kehadiran pimpinan dan pembina di tengah peserta diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi Kafilah Korpri Sulteng untuk memberikan penampilan terbaik pada setiap cabang yang diikuti.

Dengan dukungan dan doa masyarakat Sulawesi Tengah, Kafilah Korpri Sulteng diharapkan mampu meraih prestasi terbaik dan membawa nama baik daerah pada MTQ VIII Korpri Tingkat Nasional 2026.*

Tinggalkan Balasan