BASARNAS Palu Ungkap Kecelakaan Kapal di Tahun 2023 Meningkat

waktu baca 2 menit
Kepala Basarnas Palu, Andrias Hendrik Johannes, saat memberikan keterangan kepada awak media.

PALU – Wilayah perairan Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Banggai dan Teluk Palu, tengah mengalami krisis akibat meningkatnya jumlah kecelakaan kapal. Data dari Badan SAR Nasional (BASARNAS) Kota Palu menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2023, terjadi lonjakan drastis kasus kecelakaan laut.

Kepala Basarnas Kota Palu, Andrias Hendrik Johannes, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi ini.

“Angka kecelakaan kapal di Sulteng sangat mengkhawatirkan. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan peralatan dan personil yang kami miliki,” ujarnya saat di acara simulasi evakuasi kecelakaan kapal di Teluk Palu pada 7 Agustus 2024.

Wilayah perairan Kabupaten Banggai tercatat sebagai daerah dengan insiden kecelakaan kapal tertinggi, mencapai 15 kejadian. Sementara itu, Teluk Palu, yang merupakan bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III, juga tidak luput dari ancaman kecelakaan, terutama dengan semakin ramainya lalu lintas laut akibat pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

“Sebagai ALKI III, selat Makassar yang membentang di Teluk Palu memiliki lalu lintas kapal yang sangat padat. Ini tentu meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan,” tambah Andrias.

Ia juga menjelaskan bahwa meskipun angka kecelakaan meningkat, penanganan tetap dapat dilakukan dengan baik berkat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Pada Agustus 2024, kasus kecelakaan yang sudah ditangani mencapai 24 peristiwa. Meski jumlah personil terbatas yaitu 85 petugas yang terbagi di pos-pos SAR dan unit siaga SAR, operasi penyelamatan tetap berjalan lancar.

Andrias mengatakan, peralatan laut yang dimiliki saat ini sangat terbatas. Disamping keterbatasan peralatan, jumlah personil yang tersedia juga tidak mencukupi untuk luas wilayah Sulawesi Tengah yang sangat besar. (FR)

Tinggalkan Balasan