Anwar Hafid Ajak Investor Sichuan Garap Potensi Sulawesi Tengah

waktu baca 3 menit
Gubernur Anwar Hafid memimpin delegasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam pertemuan dengan Deputi Gubernur Provinsi Sichuan, Zhang Dong Yun, di Chengdu.

Chengdu – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengajak Pemerintah Provinsi Sichuan, Republik Rakyat Tiongkok, memperkuat kemitraan strategis melalui kerja sama di bidang investasi, hilirisasi industri, perdagangan, pengembangan teknologi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ajakan tersebut disampaikan saat Gubernur Anwar Hafid memimpin delegasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam pertemuan dengan Deputi Gubernur Provinsi Sichuan, Zhang Dong Yun, di Chengdu.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kedua daerah sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas bagi Sulawesi Tengah.

Anwar menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Provinsi Sichuan. Ia menilai Sichuan merupakan mitra strategis yang memiliki potensi besar dalam mendukung percepatan hilirisasi industri, pengembangan investasi, transfer teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Sulawesi Tengah.

Menurutnya, hubungan kedua daerah telah menghasilkan capaian konkret. Chengdu Land Port Hub bersama Sichuan Henghui sebelumnya telah mengimpor durian beku asal Indonesia yang kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan kontrak niat pembelian durian Indonesia senilai lebih dari 50 juta Yuan Renminbi (RMB). Keberhasilan tersebut menjadi fondasi untuk memperluas kerja sama ekonomi di berbagai sektor.

Berangkat dari capaian itu, Gubernur Anwar Hafid menawarkan tujuh bidang kerja sama strategis kepada Pemerintah Provinsi Sichuan, meliputi hilirisasi industri durian, penguatan perdagangan komoditas unggulan, hilirisasi sektor pertanian, peternakan dan perikanan, pengembangan teknologi dan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, pengembangan pariwisata berkelanjutan, serta penguatan kemitraan jangka panjang antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian.

Anwar Hafid juga mengundang Pemerintah Provinsi Sichuan beserta kalangan dunia usaha untuk berinvestasi di Sulawesi Tengah. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang aman, terbuka, dan kompetitif melalui kemudahan perizinan, kepastian hukum, penyediaan kawasan industri, serta dukungan penuh kepada para investor.

“Kami percaya investasi bukan hanya tentang penanaman modal, tetapi juga membangun kepercayaan, berbagi teknologi, menciptakan lapangan kerja, dan mewujudkan kesejahteraan bersama. Kami mengundang Pemerintah Provinsi Sichuan menjadi mitra strategis dalam membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia bagian timur,” tegas Gubernur Anwar.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Anwar Hafid didampingi Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah Ir. Sry Nirwanti Bahasoan, Ketua KADIN Sulawesi Tengah Gufran Ahmad, Kepala Badan Karantina Sulawesi Tengah Ahmad Alfian, Ketua APDURIN Hengky Idrus, Kepala Bappeda Sulawesi Tengah Arfan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ricard Arnaldo, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Dodot Tinarso, Ketua KADIN Kabupaten Parigi Moutong Faradiba Zaenong selaku Person in Charge (PIC) Delegasi Sulawesi Tengah, serta Sekretaris Jenderal APDURIN Indonesia Aditya Pradewo.

Sementara itu, delegasi Pemerintah Provinsi Sichuan dipimpin langsung oleh Deputi Gubernur Zhang Dong Yun bersama jajaran Komite Partai dan Pemerintah Provinsi Sichuan yang membidangi kerja sama internasional, investasi, perdagangan, dan pembangunan ekonomi.

Kehadiran para pejabat tinggi tersebut mencerminkan besarnya perhatian Pemerintah Provinsi Sichuan terhadap penguatan hubungan strategis dengan Sulawesi Tengah.

Pertemuan ini menjadi babak baru dalam hubungan Sulawesi Tengah dan Provinsi Sichuan. Melalui kolaborasi internasional yang berorientasi pada investasi, hilirisasi industri, alih teknologi, dan pembangunan berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan tujuan investasi baru di kawasan timur Indonesia.*

Tinggalkan Balasan