PALU – Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) ditengarai isu sebagai provinsi yang masuk lima besar kategori tingkat kerawanan tinggi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Perihal ini ditanggapi oleh salah satu calon gubernur Sulteng yakni Ahmad Ali.
Ia menjelaskan bahwa risiko ketidakstabilan dalam pilkada lebih banyak ditentukan oleh sikap dan komitmen para kandidat. Menurutnya, jika kandidat mampu menahan ambisi pribadi, potensi konflik dapat ditekan.
“Tingkat kerawanan pilkada bergantung pada komitmen kita. Jika nafsu menguasai, kita akan mencari segala cara untuk menang, tetapi jika para kandidat memiliki komitmen yang sama, maka potensi kerawanan bisa diminimalkan,” jelasnya ketika menghadiri Apel Siaga Bawaslu Sulteng pada Sabtu, (14/9).
Ahmad Ali juga menyoroti pentingnya netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pilkada. Menurutnya, netralitas yang paling penting adalah dari pimpinan, seperti gubernur, yang harus menjadi contoh bagi bawahannya.
“Netralitas ASN sudah sering disampaikan oleh Sekda Provinsi, tetapi yang luar biasa adalah jika gubernur sendiri menunjukkan sikap netral kepada bawahannya. Itulah yang penting,” tuturnya.
Ia pun menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pemilihan gubernur yang adil, sportif, dan damai. Dalam wawancaranya, Wakil Ketua Umum Partai Nasdem ini menekankan bahwa kualitas demokrasi harus tercermin dari tindakan para kandidat dan tim kampanye mereka, bukan hanya dari kata-kata.
“Saya datang ke sini (apel siaga Bawaslu) sebagai bentuk komitmen bahwa pemilihan ini harus berjalan secara adil dan sportif. Pilkada damai tidak bisa hanya diharapkan dari Bawaslu, tetapi juga dari pasangan calon dan tim mereka,” tegas Ali.
Lebih jauh, mantan anggota DPR RI periode 2019-2024 tersebut juga menyebut bahwa komitmen ini adalah bukti nyata bahwa kata-kata dan tindakan harus sejalan. “Kita ingin kontestasi ini melahirkan demokrasi berkualitas dan membuat masyarakat semakin cerdas. Para peserta pemilu harus berkomitmen menjaga perdamaian, bukan berbicara satu hal dan melakukan yang lain,” ujarnya.
Di akhir wawancara, Dia menyampaikan rasa syukurnya karena bisa berpartisipasi dalam Pilgub Sulteng bersama pasangannya, Abdul Karim Aljufri.
“Mudah-mudahan, jika diberi amanah sebagai gubernur, saya bisa menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi kesejahteraan rakyat,” tutupnya. RIL