Guru Besar di Usia Muda, Promotor Ungkap Prof Husnah sebagai Sosok Tekun dan Gigih
Palu – Pengukuhan Prof. Dr. Hj. Husnah sebagai guru besar tak hanya menjadi kebanggaan bagi Universitas Tadulako (Untad), tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi promotornya, Prof. Dr. Bambang Subroto. Dia menilai capaian tersebut lahir dari ketekunan, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah.
Prof Bambang Subroto yang dikenal sebagai Guru Besar di Universitas Brawijaya mengatakan, capaian tersebut bukanlah sesuatu yang instan, melainkan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan penuh dedikasi.
Prof Bambang mengungkapkan, Husnah termasuk mahasiswa yang mampu menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 2,5 tahun. Durasi tersebut jauh di bawah rata-rata penyelesaian program doktor yang umumnya mencapai lima tahun, bahkan bisa hingga tujuh tahun.
“Ini termasuk sangat cepat. Biasanya rata-rata lima tahun, bahkan ada yang sampai tujuh tahun. Tapi beliau bisa menyelesaikan dalam 2,5 tahun,” ujar Prof Bambang.
Keberhasilan tersebut, lanjutnya, tidak lepas dari karakter Husnah yang tekun dan disiplin selama proses bimbingan. Ia menyebut, setiap arahan dan koreksi yang diberikan selalu segera ditindaklanjuti dengan baik.
“Beliau itu tekun dan rajin. Setiap ada masukan langsung diperbaiki. Selain itu juga tidak mudah putus asa, sangat gigih,” jelas Prof Bambang.
Selama menjalani program doktor, Bambang menilai Husnah tidak menghadapi kendala berarti. Proses akademik berjalan lancar, apalagi saat itu Husna mengambil cuti penuh sehingga dapat fokus menyelesaikan studinya tanpa dibebani tugas mengajar.
Meski tidak mengikuti secara langsung perjalanan Husnah setelah kembali mengabdi di Universitas Tadulako hingga mencapai posisi guru besar, Bambang menilai pencapaian tersebut sangat luar biasa, terlebih diraih di usia yang relatif muda.
“Di usia semuda itu sudah menjadi guru besar, ini sangat bagus sekali,” kata Prof Bambang.
Sebagai promotor, Prof Bambang mengaku bangga melihat anak didiknya mencapai puncak karier akademik. Dosen Fakultas Ekomomi itu menyebut, Husnah menjadi salah satu dari sejumlah mahasiswa bimbingannya yang berhasil meraih gelar guru besar.
“Saya tentu sangat senang dan bangga setiap kali ada yang promosi menjadi guru besar,” ungkapnya.
Lebih jauh, Prof Bambang menekankan pentingnya peran seorang guru besar dalam mencetak generasi akademisi berikutnya. Dia turut berpesan agar Husnah tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi juga mampu melahirkan guru besar baru.
“Prinsip saya, murid harus lebih baik dari gurunya. Jadi kalau sudah jadi guru besar, harus bisa menciptakan guru besar-guru besar baru,” tegasnya.
Ia berharap, ke depan Husnah dapat menjadi promotor yang melahirkan doktor-doktor berkualitas, sehingga ilmu pengetahuan terus berkembang dan memberi kontribusi lebih luas bagi dunia akademik.
“Harapan saya, beliau bisa menghasilkan generasi yang lebih baik lagi,” tutup Prof Bambang.
Prof. Dr. Hj. Husnah resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Manajemen Keuangan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (Untad), Rabu (15/4).
Dalam orasi ilmiahnya yang bertajuk “Financial Trigger Menuju Sustainability Global di Era Geopolitik” di Aula Fakultas Kedokteran Untad, Prof. Husnah menegaskan bahwa keputusan keuangan kini menjadi faktor kunci dalam mendorong keberlanjutan global, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik.
Ia menggambarkan kondisi dunia saat ini berada dalam situasi polycrisis, yakni berbagai krisis yang terjadi secara bersamaan, mulai dari krisis energi, konflik geopolitik, perubahan iklim, hingga ketidakstabilan ekonomi global.
Menurutnya, kondisi tersebut memicu tekanan besar terhadap sistem ekonomi dunia, seperti meningkatnya volatilitas pasar, risiko sistemik, hingga tekanan likuiditas.
“Keuangan tidak lagi sekadar alat pencatatan, tetapi telah menjadi pemicu utama keberlanjutan,” tegasnya.
Untuk meraih gelar “Profesor” Prof Husnah menekankan bahwa bukan saja karena kecerdasan, kekayaan, hokki ataupun kedekatan dengan penguasa.
“Pada saat Allah telah menetapkan kita layak pada waktu yang tepat. Jangan ada kata menyerah, keep a spirit, Fa inna ma’al-usri yusra. (6) Inna ma’al-‘usri Yusra (Surah Ash-Sharh: 5-6); Artinya, (5) “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (6) Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”, jelas Prof Husnah dalam orasi ilmiahnya.
Diketahui Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Lamadjido, Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana, dan Rektor Universitas Muhamadiyah Palu Prof Rajindra juga turut hadir dalam pengukuhan Guru Besar Prof Husnah.
Sejumlah keluarga, akademisi, hingga kepala daerah turut memberikan ucapan selamat atas gelar Guru Besar yang diraih Prof Husnah.
Ucapan dari keluarga besar seperti Atjo Hj. Abd. Rasyid Dg Malino, Hj.Mas’ulung, H.Hasan Dg Marumu, Hj. Sarnawiah, Hj. Wahida A. Hi. Baharudin Pangeran.
Managemen dan Staff Hotel Best Western Plus Coco Palu turut mengucapkan selamat atas pengukuhan Prof. Dr. Husnah, utamanya General Manager Hotel Best Western Palu, Efendy. Selain itu, Himpunan Pengusaha Kahmi (HIPKA) Kota Palu turut memberikan selamat ke Prof. Husnah.
Terkhusus GM Hotel Best Western Plus Coco Palu beserta stafnya, sponsor Utama dalam Proses Pengukuhan Guru Besar Prof. Husnah.
Ucapan dari akademisi seperti Prof. Dr. Bambang Subroto, SE., MM. Ak., Dr. Anwar dan Dr. Ade Irma Suriani, Prof. Dr. Yuliani, Qoma, Tresna, Irma, Dewi, Tika (Sisterhood-S2 Universitas Pandjajaran Bandung 2001), Dr. Mochammad Fahlevi dari BINUS University & UNISZA Malaysia, Prof. Ahmad Erani Yustika, PhD & Ny. DR. Rukavina Bash (Sekjen Kementerian ESDM & Komisaris Patra Niaga).
Sementara itu, ucapan selamat juga datang dari Rektor Universitas Dr. Djar Wattiheluw Maluku Tengah yaitu Dr. Aidjar Wattiheluw, MSi. MH., Dr. Lukman dari LPPM Untad, Prof. Dr. Fajar Pasaribu dari UMSU Medan, Fahmi Muhammad Husin dari GM Tourism and Welfare Service PT Telkom Indonesia, serta Prof. Dr. Saparuddin FEB Universitas Negeri Jakarta.
Ucapan dari kepala daerah seperti Bupati Donggala Vera Elena Laruni, dan Wakil Bupati Parigi Moutong Hj. Abdul Sahid Dg. Mapato. RIL
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







