Pemprov Sulteng dan PLN Bahas Solusi Listrik untuk Desa dan Wilayah Terpencil

waktu baca 2 menit
[radio_player id="2"]
Gubernur Sulawesi Tengah menerima audiensi Manager PLN UP3 Palu, Ansar, di ruang kerjanya. (FOTO: HUMAS PEMPROV SULTENG)

Palu – Gubernur Sulawesi Tengah menerima audiensi Manager PLN UP3 Palu, Ansar, di ruang kerjanya, Rabu, 21 Januari 2026. Pertemuan tersebut menjadi ajang evaluasi sekaligus pemantapan percepatan program Berani Menyala dan upaya elektrifikasi desa di berbagai wilayah Sulawesi Tengah.

Dalam pemaparannya, Ansar mengungkapkan bahwa sistem kelistrikan Sulawesi Tengah masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama panjangnya jaringan distribusi serta kondisi geografis yang cukup ekstrem. Meski begitu, ia menegaskan bahwa indeks keandalan listrik terus menunjukkan tren positif dan saat ini telah diaktifkan secara bertahap.

“Gangguan yang terjadi belakangan ini bukan pemadaman terencana, melainkan gangguan jaringan. Sekitar 20 persen masih dipengaruhi panjang jalur distribusi dan faktor alam,” jelas Ansar.

PLN UP3 Palu saat ini memfokuskan perhatian pada wilayah Morowali dan Lembo. Untuk Lembo, suplai listrik sementara masih dibackup dari sistem Palu II dan Palu III, sambil menunggu penguatan jaringan transmisi agar pasokan listrik lebih stabil.

Selain itu, PLN terus mengusulkan penambahan beban baru dan pembangkit tersebar sebagai langkah strategis untuk memperpendek jalur distribusi dan meningkatkan keandalan sistem. Perhatian tidak hanya tertuju pada desa, tetapi juga hingga ke dusun-dusun terpencil, agar tidak tertinggal dalam akses listrik.

Ansar menambahkan, sepanjang 2025 hingga 2026, PLN menargetkan penyelesaian sejumlah proyek jaringan, termasuk pengembangan jalur transmisi. Morowali Utara pun telah masuk dalam daftar prioritas program tahun 2026.

Terkait elektrifikasi desa, saat ini masih terdapat 83 desa di Sulawesi Tengah yang belum sepenuhnya berlistrik. Angka tersebut mengalami penurunan dari sebelumnya 89 desa, berkat dukungan dan sinergi berbagai pihak.

“Saya sampaikan langsung ke pemerintah pusat, bagaimana desa bisa bertahan jika listrik belum tersedia. Alhamdulillah, dukungan terus mengalir, termasuk sinergi dengan pengembangan jaringan internet desa,” ujar Ansar.

Untuk wilayah kepulauan dan daerah terpencil seperti Banggai Laut, Banggai Kepulauan, dan Morowali, PLN menerapkan solusi sementara melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sambil menunggu tersambungnya jaringan transmisi utama.

Gubernur Sulawesi Tengah mengapresiasi kinerja PLN dan menyatakan dukungan penuh terhadap program Berani Menyala.

“Alhamdulillah progres Berani Menyala terus berjalan. Dari 89 desa, kini tinggal 83 desa. Kita doakan dan kita kawal bersama agar sampai akhir masa jabatan, seluruh Sulawesi Tengah sudah menyala,” ujar Gubernur.

Menjawab pertanyaan terkait pemanfaatan energi surya, PLN menegaskan bahwa PLTS akan terus dikembangkan, khususnya untuk wilayah remote dan terisolasi, sebagai solusi elektrifikasi paling realistis saat ini.

Audiensi tersebut turut dihadiri perwakilan DPRD dari daerah pemilihan Sigi dan Morowali Utara, sebagai bentuk dukungan lintas sektor dalam percepatan pembangunan kelistrikan di Sulawesi Tengah.

Tinggalkan Balasan