Palu – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah menilai kinerja sektor jasa keuangan di daerah ini tetap stabil hingga akhir Desember 2025. Stabilitas tersebut tercermin dari pertumbuhan yang positif, likuiditas yang memadai, serta profil risiko yang tetap terjaga.

Data OJK Sulteng menyebutkan, perkembangan industri perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), serta pasar modal di Sulawesi Tengah menunjukkan tren yang positif. Hal ini juga didukung oleh berbagai kegiatan edukasi, inklusi keuangan, dan perlindungan konsumen yang terus dilakukan secara berkelanjutan.

Pada Desember 2025, total aset perbankan di Sulawesi Tengah tercatat mencapai Rp81,71 triliun atau tumbuh 3,35 persen secara tahunan (year on year/yoy). Dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat menjadi Rp38,53 triliun atau tumbuh 4,67 persen.

Sementara itu, penyaluran kredit mencapai Rp61,47 triliun atau tumbuh 0,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kualitas kredit juga tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) berada di level 1,06 persen.

Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 159,53 persen, yang mencerminkan fungsi intermediasi perbankan masih cukup kuat di daerah ini.

Selain itu, aset perbankan syariah di Sulawesi Tengah juga mengalami pertumbuhan dan mencapai Rp4,26 triliun. Peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk perbankan syariah.

Penyaluran kredit kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tercatat sebesar Rp17,40 triliun. Meski mengalami penurunan 2,85 persen secara tahunan, kualitas kredit UMKM masih berada dalam kondisi sehat dengan rasio NPL sebesar 3,51 persen atau masih di bawah ambang batas 5 persen.

OJK juga terus mendorong kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM melalui bank maupun lembaga keuangan nonbank, guna memperkuat daya tahan serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Upaya tersebut turut diperkuat melalui penerbitan Peraturan OJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan bagi UMKM.

Di sektor industri keuangan non-bank (IKNB), nilai pembiayaan pada Desember 2025 tercatat Rp7,76 triliun, meningkat dari Rp7,05 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya jumlah kontrak pembiayaan dari 614.579 kontrak pada 2024 menjadi 883.444 kontrak pada 2025. Sementara rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing/NPF) berada di level 2,08 persen yang masih dalam batas aman.

Sektor dana pensiun juga menunjukkan tren positif. Total investasi dana pensiun pada Desember 2025 mencapai Rp110,52 miliar, naik dibandingkan Rp102,53 miliar pada Desember 2024. Adapun total aset dana pensiun mencapai Rp112,04 miliar.

Dari sisi pasar modal, jumlah investor di Sulawesi Tengah juga mengalami peningkatan signifikan. Hingga Desember 2025, jumlah investor yang tercatat melalui Single Investor Identification (SID) mencapai 216.045 investor, naik dari 144.159 investor pada tahun sebelumnya.

Instrumen reksa dana masih mendominasi dengan jumlah investor mencapai 164.562 SID atau sekitar 76,17 persen dari total investor. Investor saham tercatat sebanyak 42.271 SID, sementara investor Surat Berharga Negara (SBN) mencapai 4.212 SID.

Nilai transaksi saham juga meningkat signifikan. Pada Desember 2025, transaksi saham tercatat sebesar Rp1,55 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan Rp658,36 miliar pada Desember 2024.

Sepanjang 2025, OJK Sulawesi Tengah telah melaksanakan 148 kegiatan edukasi keuangan yang diikuti sebanyak 142.557 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum.

Dalam layanan konsumen, hingga 31 Desember 2025 OJK Sulteng menerima 1.547 layanan masyarakat yang terdiri dari pengaduan, pemberian informasi, dan penerimaan informasi terkait sektor jasa keuangan.

OJK juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan digital, termasuk investasi ilegal dan pinjaman online ilegal. Masyarakat diimbau untuk tidak membagikan informasi pribadi seperti kode OTP, PIN, maupun data kartu kepada pihak yang tidak dikenal.*