INFOSULTENG.ID, Palu – Anggota DPR RI Komisi II Longki Djanggola memberikan apresiasi tinggi kepada Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia (LS-ADI) atas inisiatifnya menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengevaluasi pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024.
Dalam sambutannya, Longki mengingatkan agar diskusi tidak diarahkan pada mencari kesalahan pihak tertentu, tetapi fokus mengevaluasi efektivitas dan efisiensi sistem pemilu serentak.
“Tujuan awalnya baik, yakni efisiensi waktu, biaya, dan stabilitas politik. Namun, kenyataan di lapangan masih jauh dari ideal. Wajar jika masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki,” kata Longki saat memberikan sambutan, Sabtu, 28 Desember 2024.
Longki menekankan pentingnya evaluasi yang objektif demi perbaikan sistem pemilu di masa depan.
“Kita harus bersyukur dapat berkumpul di sini untuk membahas evaluasi Pemilu Serentak. Saya mengapresiasi LS-ADI yang sudah memulai diskusi lebih awal dibandingkan DPR RI. Kami baru akan menggelar rapat evaluasi bersama penyelenggara pemilu, termasuk Menteri Dalam Negeri, pada 27 Januari mendatang,” ujar Longki.
Gubernur Sulteng dua periode itu, juga menyinggung pernyataan Presiden RI tentang tingginya biaya pemilu di Indonesia.
“Evaluasi seperti ini menjadi relevan untuk mengidentifikasi letak biaya tinggi itu, apakah pada penyelenggara, pasangan calon, atau saksi-saksi,” katanya.
Dia berharap hasil diskusi dapat menghasilkan rekomendasi akademis yang menjadi masukan berharga bagi DPR dan pemerintah dalam menyusun kebijakan pemilu yang lebih baik.
“Saya akan membawa hasil diskusi ini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) kami di akhir Januari,” tegas Longki.
Mengakhiri sambutannya, Longki menyampaikan semangat kepada generasi muda untuk tetap optimis dan berkontribusi aktif dalam pembangunan demokrasi di Indonesia. RIL