Palu – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu kembali menarik minat investor. Kali ini, komitmen investasi senilai 20 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp342,8 miliar masuk dari PT Lingkar Nusantara Gas (LNG) untuk pengembangan infrastruktur energi di kawasan tersebut.

Direktur PT Lingkar Nusantara Gas, Leonard Hastabrata, mengatakan investasi ini akan difokuskan pada pembangunan fasilitas regasifikasi LNG serta jaringan gas (jargas) pipa di dalam kawasan industri.

“Investasi ini diarahkan untuk pembangunan fasilitas regasifikasi LNG dan jaringan gas pipa guna memenuhi kebutuhan energi tenant secara presisi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu, (19/4).

Leonard menjelaskan pembangunan jaringan gas akan dimulai pada 2026 dengan target rampung secara keseluruhan pada 2027. Sementara itu, pengembangan lanjutan berupa fasilitas receiving terminal dijadwalkan selesai setelah 2028.

Tak hanya mengandalkan jaringan pipa fisik, perusahaan juga akan menerapkan metode virtual pipeline untuk menjangkau pelanggan di luar wilayah KEK Palu.

“Kami membangun infrastruktur yang adaptif, mengikuti titik lokasi para tenant. Ini adalah komitmen kami untuk menyediakan solusi energi yang efisien dan andal,” tambah Leonard.

Untuk menjamin keberlanjutan operasional, pasokan LNG direncanakan bersumber utama dari proyek CIMC di Morowali dengan kapasitas awal 10 MMSCFD. Sebagai langkah antisipasi, PT Lingkar Nusantara Gas juga menyiapkan opsi pasokan dari fasilitas LNG mandiri di Pulau Jawa yang ditargetkan beroperasi pada akhir 2026 guna memperkuat cadangan energi KEK Palu.

Komitmen investasi ini dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Jakarta antara PT Lingkar Nusantara Gas dan PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST) sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pengembang KEK Palu. Penandatanganan tersebut turut disaksikan Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid.

Hadianto menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai masuknya investasi di sektor energi menjadi indikator kuat atas meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi Kota Palu.

“Ini adalah sinyal positif bagi iklim investasi di Palu. Artinya, daerah ini memiliki peluang besar untuk terus berkembang,” ujarnya.

Dia berharap pembangunan infrastruktur energi tersebut dapat menjadi katalis bagi masuknya investasi lain di masa mendatang. Menurutnya, ketersediaan energi yang stabil merupakan prasyarat utama bagi pertumbuhan kawasan industri.

“Jika kebutuhan energi terpenuhi, KEK Palu akan berkembang lebih pesat dan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPST, Sony Panukma Widianto, menegaskan bahwa penguatan utilitas dasar seperti gas, listrik, air, dan infrastruktur sipil menjadi prioritas utama dalam menarik investor global.

“Kami memilih mitra yang memiliki reputasi kuat. PT Lingkar Nusantara Gas saat ini juga tengah dalam proses akuisisi oleh perusahaan multinasional, dan kami mendukung proses tersebut. Kami optimistis standar teknis dan komersial yang dihasilkan akan memenuhi kualifikasi industri global,” jelasnya.*