Kakek di Sojol Hilang Usai Ditinggal Sholat Jumat, Basarnas Lakukan Pencarian

waktu baca 3 menit
Tihan Junaedi (80), warga Desa Balukang 2, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, yang dinyatakan hilang. (FOTO: Istimewa)

Donggala – Seorang warga lanjut usia di Desa Balukang 2, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, dilaporkan hilang setelah belum kembali dari kebun sejak Jumat (22/5).

Hingga Sabtu, 23 Mei 2026, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian di area perkebunan dan hutan sekitar lokasi kejadian.

Korban diketahui bernama Tihan Junaedi (80), warga setempat. Informasi hilangnya korban pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu dari Rusdin, anak korban, pada Jumat malam sekitar pukul 19.30 Wita.

Berdasarkan laporan keluarga, korban berangkat ke kebun bersama anaknya sekitar pukul 07.00 Wita. Menjelang salat Jumat sekitar pukul 11.30 Wita, anak korban pergi ke masjid, sementara korban tetap berada di pondok kebun.

Namun saat kembali sekitar pukul 13.00 Wita, korban sudah tidak berada di lokasi. Pihak keluarga bersama warga setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, tetapi korban belum ditemukan sehingga bantuan SAR akhirnya diminta.

Lokasi kejadian berada di area perkebunan Desa Balukang 2, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, dengan jarak sekitar 213 kilometer dari Unit Siaga SAR (USS) Tolitoli.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue USS Tolitoli bergerak menuju lokasi dan tiba di Polsek Sojol pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.10 Wita. Tim kemudian berkoordinasi dengan pihak keluarga dan unsur terkait untuk menyusun rencana pencarian.

Pada pukul 07.00 Wita, tim SAR gabungan menggelar briefing guna memastikan kesiapan personel, peralatan, pembagian tugas, serta prosedur keselamatan kerja sesuai standar operasional Basarnas.

Setengah jam kemudian, operasi pencarian mulai dilakukan dengan membagi area pencarian ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU) menggunakan metode Expanded Search and Rescue (ESAR) dan penyisiran darat.

SRU I melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan metode penyisiran rapat berjarak lima meter antar personel, termasuk membuka jalur di area vegetasi lebat.

SRU II menyisir aliran sungai di sekitar lokasi dengan memeriksa sejumlah titik dan bebatuan yang dicurigai.

Sementara itu, SRU III melakukan pencarian melalui jalur setapak menuju pondok-pondok kebun yang diduga menjadi tempat singgah korban.

Adapun SRU IV bergerak ke arah pemukiman warga sekaligus menyebarkan informasi kepada masyarakat sekitar untuk membantu proses pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, mengatakan seluruh unsur SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sejumlah area yang dicurigai.

“Korban hingga saat ini masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan penyisiran secara maksimal,” ujar Rizal.

Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue USS Tolitoli, Polsek Sojol, Babinsa, pihak keluarga, dan masyarakat setempat.

Dalam operasi tersebut, tim menggunakan sejumlah peralatan, antara lain rescue car, peralatan navigasi, perlengkapan SAR jungle, alat komunikasi, perlengkapan medis, dan peralatan evakuasi.

Kendala yang dihadapi di lapangan yakni jaringan seluler yang mengalami blank spot di beberapa titik area pencarian akibat vegetasi yang cukup rapat.

Basarnas menyatakan, apabila korban ditemukan, tim akan segera melakukan evakuasi menuju fasilitas kesehatan terdekat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. RIL

Tinggalkan Balasan