Anggota DPRD Palu Dukung Gerakan Hemat Energi dengan Jalan Kaki ke Kantor

waktu baca 3 menit
Anggota DPRD Palu, Nurhalis Nur, saat diwawancara terkait aktivitas jalan kaki ke kantor. (FOTO: Fahril/Infosulteng.id)

Palu – Anggota DPRD Kota Palu dari Fraksi PKS, Nurhalis Nur, mulai membiasakan diri berjalan kaki menuju kantor sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan penghematan energi yang diinstruksikan partainya.

Kebiasaan tersebut dilakukan setelah dirinya mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) nasional anggota legislatif PKS di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Dalam bimtek itu ada instruksi dari Presiden PKS dan DPP agar seluruh kader serta pejabat publik menjadi pelopor penghematan dan ketahanan energi, termasuk merespons krisis energi global,” ujar Nurhalis, Rabu, 13 Mei 2026.

Menurutnya, instruksi tersebut tidak hanya berlaku di lingkungan pemerintahan, tetapi juga harus diterapkan di lingkungan keluarga dan kehidupan sehari-hari.

Nurhalis mengaku, berjalan kaki sebenarnya sudah menjadi rutinitasnya sejak lama, terutama selepas salat subuh. Namun kini pola tersebut mulai diterapkannya untuk aktivitas menuju kantor yang sebelumnya menggunakan kendaraan roda empat.

“Biasanya saya naik mobil ke kantor, sekarang saya ubah dengan berjalan kaki sebagai bentuk dukungan terhadap penghematan energi,” katanya.

Selain berjalan kaki, ia menyebut kader PKS juga didorong menggunakan sepeda maupun transportasi umum sebagai alternatif mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

“Yang paling penting adalah membangun kesadaran bahwa ancaman krisis energi global ini serius karena berdampak langsung pada ketahanan ekonomi hingga stabilitas sosial masyarakat,” jelasnya.

Nurhalis juga membagikan pengalamannya menjalani gaya hidup sehat melalui kebiasaan berjalan kaki. Ia mengaku mulai rutin berjalan kaki sejak 2019 pascagempa di Palu.

Kala itu, berat badannya mencapai 115 kilogram. Namun berkat konsistensi berjalan kaki, berat badannya kini turun menjadi sekitar 75 kilogram.

“Alhamdulillah sekarang badan terasa jauh lebih fit. Sebagai legislator, saya harus menjaga kesehatan agar bisa maksimal menjalankan tugas di kantor maupun mendampingi masyarakat,” ujarnya.

Nurhalis berjalan kaki sekitar 6 kilometer dari rumah menuju Kantor DPRD Kota Palu dengan waktu tempuh sekitar satu jam.

“Tadi kami mulai jalan sekitar pukul 08.15 Wita dan tiba di kantor sekitar pukul 09.15 Wita. Kadang di jalan ada masyarakat yang menyapa sehingga kita berhenti sebentar untuk bersalaman,” katanya.

Bahkan saat memiliki waktu luang, ia mengaku mampu berjalan kaki hingga 20 kilometer dalam sehari dengan durasi sekitar empat jam.

Terkait fasilitas pejalan kaki di Kota Palu, Nurhalis menilai masih perlu peningkatan, terutama penyediaan jalur khusus pejalan kaki dan jalur sepeda seperti di beberapa daerah lain.

Meski demikian, ia tetap mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Palu yang mulai mendorong aparatur sipil negara menggunakan Bus Trans Palu sebagai bagian dari upaya efisiensi energi.

“Itu langkah nyata untuk menekan penggunaan BBM dan mendorong efisiensi energi,” ujarnya.

Nurhalis berharap gerakan penghematan energi tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rumah tangga hingga lingkungan kerja.

Ia mengaku juga menerapkan kebiasaan hemat energi di rumah, seperti menggunakan air secukupnya serta mematikan lampu dan peralatan listrik yang tidak digunakan.

“Hal-hal kecil seperti ini penting agar energi tidak terbuang sia-sia dan tentu bisa menghemat pengeluaran rumah tangga,” tutupnya. RIL

Tinggalkan Balasan