Sigi – Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Tadulako (Untad) Palu melaksanakan pelatihan bagi petani kakao di Desa Sejahtera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Pelatihan ini berfokus pada pemanfaatan limbah kulit kakao menjadi pupuk organik ramah lingkungan.

Ketua Tim, Moh. Hibban Toana, menjelaskan kegiatan ini bertujuan mendampingi petani dalam memulihkan kesuburan lahan, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, sekaligus menerapkan teknologi ramah lingkungan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman.

“Dengan begitu, produktivitas dan kualitas kakao dapat terjamin, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan petani,” ujarnya di Palu, Senin (22/9).

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan bersama dua akademisi lainnya, Dance Tangkesalu dan Mutmainah. Menurut Hibban, kelompok tani di Desa Sejahtera selama ini menghadapi tantangan serius, mulai dari menurunnya kesuburan lahan akibat minimnya konservasi, tingginya serangan hama, hingga mutu biji kakao yang rendah karena tidak melalui proses fermentasi. Kondisi itu berdampak pada menurunnya harga jual hasil panen.

“Selama ini mayoritas petani masih bergantung pada pestisida sintetis yang berisiko menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Karena itu, kami memperkenalkan pembuatan pupuk organik dari limbah kulit buah kakao, sekaligus teknik pengendalian hama dengan metode sarungisasi, yaitu membungkus buah kakao muda menggunakan plastik bening untuk melindungi dari hama penggerek buah kakao (PBK),” jelas Hibban.

Ketua Kelompok Tani Tunas Harapan, Luther Tabilangi, menyambut baik pelatihan ini. Ia menilai pemanfaatan limbah kulit kakao tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, tetapi juga memberi nilai tambah pada limbah yang selama ini terbuang sia-sia.

“Terima kasih sudah memberikan pelatihan kepada kami untuk memanfaatkan limbah kulit kakao menjadi pupuk organik,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, tim PKM Untad juga menyerahkan bantuan peralatan kepada kelompok tani agar program dapat berjalan berkesinambungan.

Program ini merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.*