Sigi – Penemuan mengejutkan terjadi di kawasan tambang Dongi-Dongi, yang berada dalam wilayah Taman Nasional Lore Lindu (TNLL). Seorang warga menemukan batu berukuran besar dengan pahatan menyerupai wajah manusia, yang diduga sebagai bagian dari situs megalitikum.

Dalam video yang diterima di Palu, Kamis, warga tersebut memperlihatkan langsung lokasi penemuan di area perendaman material tambang.

“Salam budaya. Saya sekarang berada di area tambang Dongi-Dongi. Ini daerah perendaman ini. Jadi saya ada temukan sangat unik. Ini ada gambar wajah manusia di batu ini. Seperti yang di Napu,” ujarnya dalam video.

Rekaman tersebut juga diunggah melalui akun Facebook Antun Lawani Mosiang. Dalam tayangan itu tampak sebuah batu besar dengan pahatan menyerupai wajah manusia, mirip dengan batu-batu megalitik yang banyak ditemukan di Lembah Napu, Sulawesi Tengah.

Penemuan ini menjadi sorotan lantaran lokasinya disebut-sebut akan segera digali menggunakan alat berat. Di sekitar titik temuan juga terdapat kolam perendaman material tanah yang akan diolah menjadi emas.

“Ini ada beberapa biji temuan ini hari yang baru. Ini kalau bisa diadakan bagaimana ya, penyelamatan atau bagaimana bahasanya. Karena ini calon mau digali semua ini, mau digali ekskavator ini,” ungkapnya.

Menurutnya, lokasi tersebut kini telah berada dalam penguasaan pihak perusahaan.

“Ini daerah perusahaan. Ini kalau tidak diselamatkan ini bisa tergali semua ini. Karena ini sudah dipegang perusahaan,” katanya.

Dia menegaskan, ukuran batu tersebut cukup besar dan memiliki ciri khas yang unik.

“Diameternya ini cukup besar. Jadi salah satu temuan yang ada bergambar wajah di daerah kita. Ini sangat unik,” tuturnya.

Dongi-Dongi selama ini dikenal sebagai lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) di dalam kawasan TNLL. Meski aktivitas tambang sempat ditutup permanen pada Desember 2021, praktik penambangan liar dilaporkan kerap kembali terjadi dan didominasi penambang dari luar daerah.

Aktivitas ilegal tersebut bukan hanya mengancam kelestarian ekosistem hutan konservasi, tetapi kini juga berpotensi merusak warisan budaya yang diduga merupakan peninggalan megalitikum Sulawesi Tengah. Jika benar merupakan artefak bersejarah, temuan ini mendesak untuk segera diteliti dan diamankan sebelum terlambat.*