SIGI — DPRD Kabupaten Sigi menaruh perhatian pada optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor peternakan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penguatan fungsi dan layanan Rumah Potong Hewan (RPH) sebagai fasilitas publik penunjang ekonomi daerah.
Dalam konteks tersebut, Komisi II DPRD Sigi melakukan kunjungan kerja ke RPH Beka yang berlokasi di Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kamis (30/1/2025).
Kabupaten Sigi memiliki tiga unit RPH, yakni RPH Biromaru, RPH Beka, dan RPH Babi di Desa Jono Oge. Ketiganya diharapkan berkontribusi terhadap PAD, khususnya dari layanan pemotongan hewan. Namun, realisasi pendapatan dari sektor ini dinilai masih belum optimal.
Anggota Komisi II DPRD Sigi, Abdul Rifai Arif, mengatakan RPH Beka memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan PAD. Oleh karena itu, kualitas pelayanan dan pemanfaatan fasilitas perlu terus ditingkatkan.
“Jika melihat capaian PAD dari sektor RPH selama ini, angkanya masih belum sesuai target. Ini menjadi perhatian bersama,” ujar Rifai.
Ia menambahkan, DPRD telah menyampaikan sejumlah masukan kepada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sigi. Salah satunya terkait perlunya sosialisasi kepada para pelaku pemotongan hewan di wilayah Sigi agar memanfaatkan fasilitas RPH Beka secara optimal.
Selain itu, peningkatan sarana dan prasarana juga menjadi sorotan, terutama untuk memenuhi standar Nomor Kontrol Veteriner (NKV) sebagai jaminan mutu dan kelayakan produk layanan RPH.
Pembenahan lingkungan RPH Beka turut menjadi perhatian, mencakup penataan kawasan, peningkatan akses jalan, serta penyediaan penerangan yang memadai.
“Penataan ini diharapkan dapat dilakukan secara bertahap agar fungsi RPH Beka dapat berjalan lebih maksimal,” kata Rifai.
DPRD berharap, perbaikan layanan dan fasilitas RPH dapat mendorong peningkatan intensitas pemotongan hewan sekaligus memperkuat kontribusi sektor peternakan terhadap PAD Kabupaten Sigi.*