Cegah Peningkatan HIV/AIDS, Wagub Reny: Bergaul Ada Batasnya

waktu baca 2 menit
Wakil Gubernur Sulteng, Reny Lamadjido, saat hadiri kegiatan peningkatan kapasitas OSIS dan Pramuka tingkat SMA/SMK se-Kota Palu dalam rangka penanggulangan HIV/AIDS. (FOTO: BIRO ADPIM)

Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido, mengajak pelajar SMA dan SMK di Kota Palu untuk menjadi pelopor pencegahan HIV/AIDS di kalangan generasi muda.

Ajakan itu disampaikan saat membuka kegiatan peningkatan kapasitas OSIS dan Pramuka tingkat SMA/SMK se-Kota Palu dalam rangka penanggulangan HIV/AIDS, yang digelar di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis, 16 Oktober 2025.

Dalam sambutannya, Wagub Reny menekankan pentingnya peran pelajar sebagai agen perubahan yang mampu menularkan pengetahuan dan kesadaran akan bahaya HIV/AIDS kepada teman sebaya di sekolah.

“Bapak ibu guru, tolong berikan kesempatan kepada mereka untuk menyampaikan materi dan penyuluhan kepada teman-temannya. Informasi yang mereka dapat jangan disimpan sendiri,” tegas Reny.

Wagub juga meminta Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Sulawesi Tengah untuk menyiapkan materi edukasi HIV/AIDS yang terstandar, agar mudah dipahami dan dapat disebarluaskan oleh pelajar kepada rekan-rekan mereka.

“Tolong KPA berikan materi yang terstandar supaya bisa disebarkan lagi ke teman-temannya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, dr. Reny turut mengingatkan para pelajar untuk selalu menjaga pergaulan dan memahami batas-batas hubungan dengan lawan jenis, sebagai langkah antisipatif terhadap maraknya perilaku berisiko di kalangan remaja.

“Bergaul boleh, tapi ingat, ada batasnya,” tegas Reny

Kegiatan yang diselenggarakan oleh KPAP Sulteng ini diikuti perwakilan OSIS dan Pramuka beserta guru pendamping dari 13 SMA/SMK di Kota Palu. Turut hadir dalam acara tersebut Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, Wayan Apriani, SKM., M.Epid, dan Sekretaris KPAP Sulteng, Bambang Suwandi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar dapat menjadi agen edukasi dan perubahan perilaku sehat, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai ruang pembentukan karakter dan kesadaran kesehatan generasi muda.*

Tinggalkan Balasan