JATAM Desak Polda Sulteng Periksa Perusahaan Tambang Nikel Terkait Bencana di Morut
INFOSULTENG.ID, Palu – Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Sulawesi Tengah (Sulteng) mendesak Polda Sulteng segera memeriksa seluruh perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Kabupaten Morowali Utara (Morut).
Desakan ini menyusul bencana banjir bandang dan tanah longsor di Dusun Towi, Desa Tamainusi, Kecamatan Soyo Jaya, yang merenggut satu korban jiwa.
Menurut JATAM, bencana yang terjadi pada Jumat (3/1/2025) tersebut diduga berkaitan erat dengan aktivitas tambang nikel di sekitar lokasi. Koordinator JATAM Sulteng, Moh. Taufik, meminta aparat penegak hukum untuk menyelidiki dugaan kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa berdasarkan Pasal 359 KUHP.
“Kami mendesak Polda Sulteng untuk melakukan penyelidikan atas dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian, sebagaimana diatur dalam Pasal 359 KUHP dengan ancaman pidana hingga lima tahun penjara,” tegas Taufik, Minggu (5/1/2025).
Selain itu, JATAM juga meminta Inspektur Tambang segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua kegiatan pertambangan nikel di Morut. Mereka menilai kelalaian perusahaan tambang dalam menjaga wilayah penyangga, seperti hutan dan kawasan perlindungan, menjadi penyebab utama bencana ini.
“Evaluasi penting, tetapi yang lebih mendesak adalah penyelidikan hukum terhadap dugaan kelalaian perusahaan yang menyebabkan korban jiwa,” tambah Taufik.
Bencana tersebut menghantam base camp milik perusahaan tambang CV. Surya Amindo Perkasa yang berada di tepi sungai. Menurut Kapolres Morowali Utara, AKBP Imam Wijayanto, banjir bandang membawa material lumpur dan kayu gelondongan yang menghancurkan bangunan.
Seorang karyawan, Samsul Alam, meninggal dunia dalam kejadian ini, sementara dua korban lainnya, Hasna dan Satria, berhasil diselamatkan dan kini dalam kondisi stabil di Puskesmas Tambayoli.
JATAM menegaskan pentingnya keadilan bagi para korban dan masyarakat terdampak. Mereka berharap pemerintah dan aparat penegak hukum bertindak tegas untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.*
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.








