Realisasi APBD Sulteng Semester I Capai Rp2,1 Triliun

waktu baca 2 menit
Rapat paripurna DPRD Sulteng.

Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Reny A. Lamadjido, menyampaikan Laporan Realisasi Semester Pertama APBD dan Prognosis Enam Bulan Berikutnya Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa, 4 Agustus 2026.

Reny menjelaskan, penyampaian laporan tersebut merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Laporan realisasi semester pertama APBD menjadi bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah atas pelaksanaan pengelolaan keuangan selama enam bulan pertama sekaligus menjadi dasar penyusunan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

“Pelaporan realisasi semester pertama APBD merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah atas kinerja pengelolaan keuangan daerah selama enam bulan pertama dan menjadi dasar pelaksanaan enam bulan berikutnya,” ujar Reny.

Berdasarkan laporan yang disampaikan, realisasi pendapatan daerah hingga akhir Juni 2026 mencapai sekitar Rp2,164 triliun. Capaian tersebut berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terealisasi sekitar 41,80 persen dari target, pendapatan transfer sebesar 48,43 persen, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar 27,84 persen dari target yang telah ditetapkan.

Sementara itu, realisasi belanja daerah hingga akhir Juni 2026 mencapai sekitar Rp1,757 triliun. Belanja tersebut mencakup belanja operasi yang meliputi belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja subsidi, belanja hibah, serta belanja bantuan sosial.

Selain itu, pemerintah juga merealisasikan belanja modal yang terdiri atas belanja peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, jaringan dan irigasi, serta aset tetap lainnya. Di samping itu terdapat belanja tidak terduga dan belanja transfer yang meliputi belanja bagi hasil dan bantuan keuangan.

Pada sisi pembiayaan daerah, Reny menyampaikan bahwa penerimaan pembiayaan yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) telah terealisasi sebagian sesuai target. Adapun pengeluaran pembiayaan hingga akhir Juni 2026 belum terealisasi.

Ia menambahkan, prognosis enam bulan berikutnya sebelum perubahan APBD mencakup proyeksi pendapatan daerah, belanja daerah, penerimaan pembiayaan, serta pengeluaran pembiayaan yang akan menjadi dasar dalam penyusunan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.

Reny berharap seluruh proses pembahasan bersama DPRD dapat berjalan dengan baik sehingga pelaksanaan program pembangunan daerah pada semester kedua tahun ini tetap berjalan optimal sesuai perencanaan.

“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa meridai segala ikhtiar kita serta memberikan petunjuk dan bimbingan kepada kita semua dalam membangun Provinsi Sulawesi Tengah yang kita cintai,” tutur Reny.

Usai penyampaian laporan tersebut, pimpinan DPRD Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa sesuai ketentuan tata tertib DPRD, laporan realisasi semester pertama APBD dan prognosis enam bulan berikutnya akan dibahas dan dievaluasi bersama antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui rapat kerja sebelum menjadi dasar penyusunan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. RIL

Tinggalkan Balasan