Jakarta – Jasa Raharja menyalurkan bantuan sosial di dua desa dengan dampak terparah di Kabupaten Pidie, Aceh, Desa Lamkawe dan Desa Kandang pada Selasa, 2 Desember 2025.
Berdasarkan hasil pemetaan bersama BPBD dan pemerintah daerah, Desa Lamkawe tercatat memiliki 192 KK terdampak, sementara Desa Kandang 115 KK.
Plt. Direktur Utama Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud hadirnya perusahaan di tengah masyarakat ketika bencana terjadi.
“Jasa Raharja berkomitmen selalu hadir di saat masyarakat membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat. Penyaluran bantuan di Pidie merupakan bagian dari upaya meringankan beban warga sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana. Semua proses kami lakukan secara terkoordinasi agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat,” ujar Dewi.
Bantuan yang disalurkan meliputi 100 karung beras, 100 bungkus minyak goreng, 100 kotak air mineral, 54 kotak mi instan, dan 150 porsi makanan siap santap.
Seluruh bantuan diserahkan langsung oleh tim Jasa Raharja Kanwil Aceh kepada kepala desa dan warga dengan dukungan penuh dari unsur pemerintah daerah, termasuk Sekda Pidie, BPBD, Dinas Sosial, Polres Pidie, TNI, Satpol PP, dan Subdenpom Sigli. Sinergi ini memastikan proses distribusi berjalan cepat, aman, dan tepat sasaran.
Selain bantuan untuk masyarakat, Jasa Raharja juga memberikan dukungan khusus bagi pegawai dan tenaga pendukung (ARU) yang terdampak banjir, berupa bantuan finansial langsung serta penyaluran melalui yayasan di masing-masing kantor wilayah.
Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait demi memastikan penanganan bencana berlangsung efektif, terarah, dan berkelanjutan. Perusahaan berharap pemulihan di wilayah-wilayah terdampak dapat berjalan lebih cepat dan merata.
Jasa Raharja kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana. Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November lalu menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur, mengganggu aktivitas ekonomi, hingga meningkatkan risiko keselamatan warga. Dampak ini juga dirasakan oleh pegawai Jasa Raharja yang bertugas di wilayah tersebut. RIL