Wartabone Pertanyakan Kelanjutan Pembangunan Mall Tatura, Hadianto: Uang dari Mana?

waktu baca 2 menit
Calon Walikota Palu Hadianto Rasyid dan wakilnya Imelda Liliana Muhidin. (Foto: Screenshot)

PALU – Calon Wali Kota Palu nomor urut 3 Wartabone menanyakan keseriusan calon Wali Kota Palu nomor urut 2 Hadianto Rasyid terkait pembangunan Mall Tatura sebagai penopang pertumbuhan ekonomi Kota Palu, salah satunya meningkatkan gaji petugas Padat Karya.

Wartabone mengatakan, status pembangunan Mall Tatura belum jelas dan belum terealisasi meskipun Pemerintah Kota Palu menerima dana asuransi sebesar 87 Miliar pasca bencana tahun 2018 waktu itu.

Wartabone yang saat itu menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) selama 15 tahun menyampaikan analisisnya bahwa di tahun 2024, gaji petugas Padat Karya seharusnya sudah mencapai 3 juta rupiah dengan catatan apabila pembangunan Mall Tatura dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dijalankan.

“Analisa persetujuan kami pada saat itu adalah padat karya 2024 ini gajinya seharusnya sudah 3 juta. Apabila mal Tatura itu jalan, kemudian kawasan ekonomi khusus itu jalan,” kata Wartabone dalam sesi debat Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu, Senin (21/10).

Berangkat dari hal ini, Wartabone melanjutkan dengan bertanya ke Hadianto mengapa pembangunan Mall Tatura tidak jalan sedangkan menurut informasi yang dihimpunnya Kota Palu mendapatkan uang asuransi 87 miliar.

Menanggapi tersebut, Hadianto Rasyid menegaskan bahwa uang asuransi 87 miliar itu telah habis sebelum dirinya dilantik sebagai Wali Kota Palu di tahun 2021. Dia juga menjelaskan sebaiknya pertanyaan itu ditanyakan ke pemerintahan sebelum dirinya menjadi walikota.

Saat menjabat, Hadianto mengakui bahwa di era pemerintahannya lebih berfokus pada pembangunan dan perbaikan infrastruktur pasca bencana tahun 2018 silam dan pasca pandemi covid-19.

Lebih lanjut, Hadianto menyampaikan ke masyarakat luas jika seorang walikota berakhir masa periodenya tidak boleh meninggalkan hutang kepada kepala daerah selanjutnya.

“Jadi kalau misalnya kita pinjam untuk Mall Tatura di 2023, maka di 2024 ini dana tersebut harus dikembalikan,” jelasnya.

Hadianto juga menerangkan bahwa setelah dihitung kembali, dana yang diperlukan untuk pembangunan Mall Tatura sebesar 500 miliar rupiah.

“Setelah kemudian dihitung kembali, ternyata untuk pembangunan Mall Tatura yang baru itu sekitar 500 miliar, uang dari mana? Dan kemudian bagaimana mengembalikannya dalam waktu 1 tahun? Apakah itu menjadi prioritas?,” ucapnya saat menjawab pertanyaan Wartabone.

Dia masih memikirkan apakah jika terpilih untuk periode kedua akan memprioritaskan pembangunan Mall Tatura atau tidak. Namun menurutnya, saat ini prioritas bagi pemerintah Kota Palu adalah perbaikan infrastruktur pasca gempa dan penguatan ekonomi pasca covid-19.

“Kita pastikan dulu bahwa kondisi ekonomi kita stabil, masyarakat betul-betul mendapatkan asupan yang baik dari pemerintah, dan kemudian pemerintah tumbuh juga menjadi pemerintah yang betul-betul sehat,” kata Hadianto. RIL

Tinggalkan Balasan