Wagub Sulteng Tegaskan Stunting Bukan Hanya Persoalan Kesehatan Semata
INFOSULTENG.ID, Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Reny Lamadjido, menyampaikan perhatian terhadap ketidakseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kondisi kesejahteraan masyarakat.
Dia menekankan bahwa meski pertumbuhan ekonomi daerah menunjukkan tren positif, angka kemiskinan dan stunting masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan lebih terintegrasi.
“Pertumbuhan ekonomi tidak serta merta menurunkan angka kemiskinan. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menggagas program Berani Sehat dan Berani Cerdas sebagai upaya memperkuat akses terhadap layanan dasar, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan,” ungkap Reny dalam dialog publik Fokus Kita yang digelar Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Palu, Kamis, 5 Juni 2025.
Program tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah provinsi untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Beberapa langkah yang telah dijalankan antara lain pemberian tablet tambah darah untuk ibu hamil, penyediaan makanan tambahan bagi balita, serta edukasi masyarakat melalui program Duta 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Namun demikian, Reny mengakui bahwa efektivitas pelaksanaan berbagai program tersebut masih perlu dievaluasi.
“Perlu ada pendekatan yang lebih tepat sasaran agar intervensi yang dilakukan benar-benar memberi dampak signifikan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan semata, tetapi isu pembangunan berkelanjutan yang berkaitan dengan kualitas generasi mendatang.
“Jika tidak ditangani secara serius hari ini, maka dampaknya bisa merusak kualitas sumber daya manusia kita di masa depan,” tegas Reny.
Menutup sesi dialog, Wakil Gubernur mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, sektor swasta, hingga organisasi masyarakat untuk bersama-sama berkomitmen menurunkan angka stunting secara konsisten.
“Penanganan stunting bukan tugas satu pihak saja. Diperlukan kerja kolektif yang berkesinambungan, agar upaya yang dilakukan tidak hanya bersifat sementara, melainkan berkelanjutan dan terukur,” tutup Reny. RIL
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.









