Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Reny Lamadjido, menyampaikan bahwa kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) Malaria di Kabupaten Parigi Moutong akan cepat tertangani.
“Kita memang sudah pernah sama-sama rapat di sini dengan tim Kementerian Kesehatan, insyaallah akan teratasi,” kata Reny dalam keterangannya, Rabu sore, 3 September 2025.
Reny menjelaskan, kejadian ini tak dapat diatasi jika hanya mengandalkan bantuan tenaga medis. Gotong royong diperlukan antar sektor Organisasi Perangkat Daerah demi percepatan penyelesaian kasus malaria di Parigi Moutong yang telah memasuki status siaga.
“Kalau menyangkut desa itu kita tidak bisa membuat sendiri jadi harus dengan bersama-sama lah perangkat desa,” jelas Reny.
Reny menyakini bahwa pemerintah daerah Kabupaten Parigi Moutong mampu menangani kasus malaria yang sedang terjadi segera mungkin.
Meski tanpa adanya bantuan anggaran, namun pemerintah provinsi melakukan intervensi dengan mengirimkan tenaga medis untuk membantu membuat laporan secepat mungkin di lapangan.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong (Parimo) menetapkan status siaga darurat Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria setelah terdeteksi 160 kasus di lima kecamatan.
Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Parimo Nomor 300.2.2/809/BPBD tentang Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Non Alam KLB Malaria 2025.
Berdasarkan data sementara dari BPBD Parigi Moutong, lima kecamatan yang masuk dalam status KLB yaitu Sausu, Moutong, Bolano Lambunu, Taopa, dan Kasimbar. RIL