Untad Gandeng Perusahaan Jepang Kembangkan Riset Tanaman Kelor di Sulteng
Palu – Universitas Tadulako (Untad) resmi memperluas jejaring internasionalnya dengan menjalin kerja sama strategis bersama perusahaan energi terbarukan asal Jepang, Green Power Co., Ltd.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan langsung oleh Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., IPU., ASEAN Eng., dan CEO Green Power, Harou Minakata, di Palu, disaksikan oleh perwakilan dari kedua institusi.
Kerja sama ini bertujuan mendorong kolaborasi riset dan pengembangan teknologi hijau, sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui program-program unggulan, seperti:
- Penelitian bersama dan pengembangan produk inovatif,
- Magang, pelatihan, dan workshop bagi mahasiswa dan dosen,
- Pertukaran peneliti dan akademisi,
- Inovasi teknologi berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Kesepakatan ini akan berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak.
Rektor Untad, Prof. Amar, menyatakan bahwa kemitraan ini menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan global terkait isu energi dan lingkungan hidup.
“Kami terus membuka diri untuk kolaborasi internasional, terutama dalam pengembangan teknologi hijau dan peningkatan daya saing lulusan di tingkat global,” ujarnya.
CEO Green Power, Harou Minakata, mengaku optimistis terhadap kerja sama ini karena melihat potensi besar di Universitas Tadulako, baik dari sisi kualitas SDM maupun komitmennya terhadap pelestarian lingkungan.
Sebagai implementasi awal, kedua pihak akan memulai proyek riset pengembangan tanaman kelor (moringa) berskala besar, melibatkan Pemerintah Kabupaten Sigi sebagai mitra lokal.
Fokus utama proyek ini adalah penelitian kapasitas penyerapan karbon oleh tanaman kelor serta analisis kandungan nutrisinya, sebagai landasan sebelum memasuki tahap budidaya komersial.
Ketua Tim Peneliti dari Untad, Dr. Ir. Abdul Rosyid, M.Si., menjelaskan bahwa Jepang membutuhkan sekitar 4.000 hektare lahan untuk pengembangan kelor.
“Penelitian akan dimulai dengan durasi tiga bulan di empat wilayah, yakni Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi. Proyek ini sangat strategis dan membuka peluang ekonomi hijau bagi masyarakat lokal,” paparnya.
Tim riset terdiri dari akademisi lintas bidang di Untad yang akan bekerja langsung di lapangan bersama mitra lokal dan internasional. Selain mendorong kemajuan ilmu pengetahuan, kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan di Sulawesi Tengah.*
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.









