Palu – Menyusul terjadinya kasus keracunan pada pelaksanaan Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah, perhatian publik kini tertuju pada penerapan standar keamanan pangan di berbagai wilayah, termasuk di Sulawesi Tengah.

Pegiat sosial dan HAM, Aulia Hakim, menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut agar tujuan peningkatan gizi anak benar-benar tercapai tanpa mengabaikan aspek keselamatan pangan.

“Harus ada role model pelaksana MBG yang teruji dan kredibel. Semua prosesnya harus memenuhi standar keamanan dan kesehatan pangan,” ujar Aulia, pendiri Komunitas Rasera Project, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu, 2 November 2025.

Aulia menyebut Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Polda Sulawesi Tengah sebagai salah satu contoh pelaksana yang telah menerapkan sistem kerja terukur dan higienis.

Kepala SPPG YKB Polda Sulteng, Aldi, S.Tr.Kep., mengungkapkan bahwa lembaganya baru-baru ini meraih penghargaan dari Badan Gizi Nasional sebagai Dapur Mandiri Terbaik I se-Sulawesi Tengah, yang diserahkan di Jakarta pada 16 September 2025.

“Setiap hari sebelum makanan disalurkan, kami melakukan uji cepat terhadap kandungan formaldehida, nitrit, arsen, dan sianida untuk memastikan seluruh menu aman dikonsumsi,” jelas Aldi.

SPPG YKB Polda Sulteng saat ini melayani sekitar 3.400 siswa penerima manfaat di enam sekolah di Kota Palu, yakni SDN Inpres Bumi Sagu, TK Bhayangkari 01 Palu, SMP Negeri 1 Palu, SD Negeri 15 Palu, TK Bhayangkari Polresta Palu, dan SMA Negeri 1 Palu.

Operasional dapur dimulai sejak pukul 04.00 WITA hingga pendistribusian makanan pada pukul 11.00–13.00 WITA.

Dalam penyediaan bahan pangan, SPPG YKB memberdayakan pedagang lokal di pasar tradisional untuk mendukung ekonomi UMKM. Pemilihan bahan makanan pun mengutamakan kualitas, seperti penggunaan beras premium, minyak goreng Bimoli, dan kecap Bango.

Selain itu, lembaga ini juga menerapkan standar higienitas dan sanitasi tinggi, serta telah menyelenggarakan sertifikasi penjamah makanan bagi 30 karyawan, ahli gizi, dan relawan pada 25 Oktober 2025 di Sriti Convention Hall, Palu Barat.

Dengan penerapan sistem ketat tersebut, Aulia berharap pelaksana MBG di seluruh Indonesia dapat mencontoh langkah SPPG YKB Polda Sulteng agar kasus serupa tak kembali terjadi, dan program makan bergizi benar-benar menjadi sarana peningkatan kualitas gizi anak bangsa. RIL