Palu – Arus angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 di Terminal Tipe A Mamboro, Kota Palu, mengalami lonjakan signifikan. Jumlah kendaraan dan penumpang tercatat meningkat tajam saat libur natal 2025 dan tahun baru 2026.

Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Mamboro, Waldi Sangkota, mengungkapkan bahwa hingga awal Januari 2026 terjadi kenaikan 163 persen untuk jumlah kendaraan dan 117 persen untuk penumpang yang berangkat dari terminal tersebut.

“Alhamdulillah, aktivitas di Terminal Mamboro cukup padat. Terjadi peningkatan signifikan baik kendaraan maupun penumpang dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Waldi di Terminal Mamboro, Sabtu, 3 Januari 2026.

Kata Waldi, pengelola terminal telah menyiapkan armada angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) dengan rute utama Palu–Makassar, Palu–Manado, Palu–Gorontalo, dan Palu–Toraja saat libur nataru. Dari sejumlah rute tersebut, tujuan Palu–Makassar, Palu–Manado, dan Palu–Toraja masih menjadi yang paling mendominasi pergerakan penumpang.

Sejak 26 Desember 2025, rata-rata terdapat 24 unit armada yang berangkat setiap hari dari Terminal Mamboro dengan jumlah penumpang berkisar 300 hingga 400 orang per hari, termasuk penumpang dewasa dan anak-anak.

Jadwal keberangkatan dimulai sejak pukul 07.00 WITA, sementara kedatangan armada berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 16.00 WITA. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sejumlah perusahaan otobus juga menyiapkan keberangkatan tambahan pada sore dan malam hari, meski jadwal normal biasanya dilakukan pada pagi hari.

Waldi menyebutkan, puncak arus balik Nataru diperkirakan terjadi pada 3 Januari 2026. Pada hari tersebut, jumlah penumpang meningkat hingga dua kali lipat dari hari biasa.

“Kami perkirakan bisa mencapai sekitar 700 hingga 800 penumpang yang berangkat dari Terminal Mamboro pada puncak arus balik,” tutur Waldi.

Dia juga mengimbau para penumpang agar mematuhi aturan keselamatan selama perjalanan. Barang-barang berbahaya seperti tabung gas dilarang dibawa ke dalam kendaraan, termasuk kendaraan roda dua yang diangkut tidak diperbolehkan membawa BBM di dalam tangki.

“Aturan ini sudah menjadi SOP kami sejak angkutan Lebaran maupun Nataru, demi keselamatan bersama,” tegas Waldi. RIL