Partai Koalisi BERAMAL Sulteng Minta Maaf Terkait Video Viral di Kabupaten Sigi

waktu baca 2 menit
Juru Bicara Partai Koalisi BERAMAL, Ruslan Sangadji. (Foto: Istimewa)

PALU – Partai Koalisi BERAMAL Sulawesi Tengah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat terkait video viral yang menampilkan dua penyanyi berjoget bersama seorang anak dengan latar belakang spanduk calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1, Ahmad HM Ali-Abdul Karim Aljufri, di Desa Doda, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi. Video tersebut menjadi sorotan karena dianggap tidak pantas.

Juru Bicara Partai Koalisi BERAMAL, Ruslan Sangadji, menyatakan bahwa permintaan maaf ini disertai klarifikasi untuk mencegah kesalahpahaman. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut benar adanya, namun terjadi di luar jam resmi kampanye.

“Kami tidak sedang ‘cuci tangan’. Kejadian itu memang terjadi, namun sudah di luar jam kampanye atau setelah acara resmi bubar,” jelas Ruslan di Sekretariat Partai Koalisi BERAMAL Sulteng di Palu, Rabu (16/10/2024).

Ruslan menjelaskan bahwa kampanye tim BERAMAL dilakukan dalam dua sesi setiap harinya, yakni sore hari pukul 15.30-17.30 WITA dan malam hari pukul 19.30-22.00 WITA. Kadang-kadang juga dilakukan di pagi hari pada pukul 10.00-12.30 WITA.

“Setelah waktu yang terjadwal itu, acara resmi bubar,” tegasnya.

Ia juga mengakui adanya kelalaian dari panitia yang tidak segera mencabut backdrop kandidat seusai kampanye.

“Biasanya, kami langsung mencabut backdrop. Kami meminta maaf atas kelalaian tersebut yang telah menyebabkan video tidak mendidik itu beredar,” ungkapnya.

Menurut Ruslan, narasi yang menyebut adanya eksploitasi anak dalam video tersebut tidak akurat. Ia menegaskan bahwa anak dalam video itu bukan bagian dari pihak kampanye dan kejadian terjadi saat acara telah bubar.

“Kami mohon maaf atas situasi ini yang telah mengganggu banyak pihak,” ujarnya.

Ruslan juga menekankan bahwa Partai Koalisi BERAMAL menolak segala bentuk kegiatan yang tidak sesuai dengan nilai etika, termasuk yang melibatkan anak di bawah umur dalam konteks yang tidak pantas.

Ia menegaskan bahwa kampanye partainya fokus pada isu-isu dan program yang membangun, jauh dari aktivitas yang tidak mencerminkan nilai-nilai etika.

“Kegiatan tersebut bukan bagian dari strategi kampanye kami dan tidak merefleksikan pasangan Ahmad HM Ali dan Abdul Karim Aljufri,” tambahnya.

Untuk mengklarifikasi situasi ini, tim BERAMAL telah mengirimkan surat kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulteng.

“Kami berharap klarifikasi ini dapat menghilangkan kesalahpahaman dan mengarahkan perhatian masyarakat pada informasi yang benar. Kami juga siap bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” tutup Ruslan. RIL

Tinggalkan Balasan