Keluhan Infrastruktur hingga Pelayanan Kesehatan Dominasi Reses Donald Payung Mangawe

waktu baca 3 menit
[radio_player id="2"]
Anggota DPRD Kota Palu melaksanakan reses di Kelurahan Tatura Selatan, Kecamatan Palu Selatan. Rabu (4/11/2026). (Foto: Infosulteng.id)

Palu – Anggota DPRD Kota Palu, Donald Payung Mangawe, menggelar kegiatan reses guna menampung secara langsung berbagai aspirasi, keluhan, serta kebutuhan masyarakat di Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 4 November 2026.

Kegiatan yang dihadiri oleh warga, tokoh masyarakat, serta pengurus RT/RW setempat ini menjadi wadah dialog terbuka untuk membahas berbagai persoalan mendasar di lingkungan warga.

“Tujuan utama kegiatan reses ini adalah menjaring aspirasi masyarakat secara langsung agar setiap permasalahan yang dihadapi warga dapat diteruskan melalui mekanisme sidang paripurna di DPRD Kota Palu,” kata Donald.

Berbagai isu strategis mengemuka dalam sesi tanya jawab, mulai dari infrastruktur jalan, layanan kesehatan, hingga persoalan utilitas seperti air bersih dan listrik.

Perwakilan warga sekaligus Ketua RT/RW setempat mengungkapkan bahwa warga telah mengusulkan perbaikan jalan lingkungan dan drainase melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) selama bertahun-tahun.

Meski dikabarkan telah masuk dalam skala prioritas, warga mengaku khawatir usulan tersebut kembali tertunda akibat efisiensi anggaran dari pusat.

Menanggapi hal tersebut, Donald menjelaskan bahwa dirinya baru pertama kali melaksanakan reses di wilayah tersebut.

“Saya akan berkoordinasi dengan anggota DPRD lain yang sebelumnya pernah memegang wilayah tersebut, termasuk berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Perkim, guna mengawal usulan pokok-pokok pikiran (pokir) warga agar tidak terhambat dalam proses SIPD (Sistem Informasi Pemerintahan Daerah),” ujarnya.

Selain itu, perbaikan drainase di yang dinilai sudah tidak memadai juga menjadi catatan penting bagi pihak legislatif untuk dikoordinasikan bersama tim teknis di tingkat kota.

Sesi dialog juga diwarnai dengan aduan warga terkait kendala saat mengakses layanan kesehatan. Sejumlah warga mengaku pernah mengalami penolakan atau harus menunggu hingga tiga hari di rumah sakit akibat alasan keterbatasan ruang perawatan.

Menanggapi keluhan tersebut, Donald menegaskan bahwa program kesehatan seperti layanan pengobatan gratis merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui program Berani Sehat.

“Saya membantu memfasilitasi koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Palu apabila warga mengalami kendala penolakan di rumah sakit,” jelas Donald.

Donald juga meminta warga agar mendokumentasikan setiap kejadian penolakan sebagai bukti pendukung untuk ditindaklanjuti secara kelembagaan.

Dalam kesempatan yang sama, seorang warga turut membagikan pengalaman positif terkait pemanfaatan program Berani Sehat bagi pasien yang kepesertaan BPJS-nya sempat nonaktif selama bertahun-tahun.

Melalui program tersebut, pasien yang bersangkutan tetap bisa mendapatkan layanan operasi hingga rujukan ke Makassar tanpa dibebankan biaya.

Warga turut mempertanyakan isu penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi masyarakat yang masuk dalam kategori desil 6 hingga 10.

Menanggapi hal itu, Donald menerangkan bahwa penentuan kategori desil didasarkan pada hasil pendataan dan verifikasi petugas berwenang, di mana peserta yang dinilai mampu dialihkan menjadi peserta mandiri.

Selain masalah kesehatan, persoalan utilitas publik turut menjadi sorotan utama.

Warga mengeluhkan seringnya terjadi pemadaman listrik hingga dua kali sehari. Donal menyatakan pihak DPRD berencana mengundang pihak PLN melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk mencari tahu kendala di balik gangguan pasokan listrik tersebut, termasuk penurunan debit air di sumber pembangkit Sulewana.

Terkait jaringan air bersih Perumda AVO yang dilaporkan macet hingga sekitar lima bulan, Donald selaku perwakilan Komisi B DPRD Kota Palu berjanji akan segera menindaklanjuti keluhan tersebut bersama mitra kerja terkait.

Reses turut dihadiri koordinator Dapil Kota Palu III, Bayu Febrianto dan Mamnun Aulia Rahman, serta pendamping Lidia dan Idris.*

Tinggalkan Balasan