Kualitas Udara Memburuk, PT CPM Salurkan 700 Dus Masker untuk Pelajar di Palu
Palu – PT Citra Palu Minerals (CPM) menyalurkan 700 dus masker dan poster edukasi kesehatan kepada siswa dan guru di 33 sekolah di Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Bantuan ini diberikan menyusul penurunan kualitas udara akibat kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan di sejumlah daerah.
Superintendent Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM-CSR) PT CPM, Rahyunita Handayani, mengatakan, penyaluran masker tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan warga sekolah yang terdampak kondisi udara tidak sehat.
“Manajemen PT CPM berinisiatif berkontribusi langsung dalam menanggulangi dampak kabut asap ini. Kami ingin memastikan anak-anak sekolah tetap dapat beraktivitas dengan nyaman dan sehat,” kata Rahyunita, Sabtu (10/10/2026).
Rahyunita menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap. Dalam dua hari terakhir, masker telah disalurkan ke 10 sekolah. Perusahaan selanjutnya akan mendistribusikan bantuan ke 23 sekolah lainnya hingga menjangkau seluruh 33 sekolah yang menjadi sasaran program.
Selain membagikan masker, PT CPM juga memberikan poster edukasi kesehatan untuk meningkatkan pemahaman siswa dan warga sekolah mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi kualitas udara yang menurun.
Menurut Rahyunita, program tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), khususnya pada sektor kesehatan dan pendidikan.
Sementara itu, Kepala SDN Poboya, Sesi Susanti, mengapresiasi bantuan yang diberikan PT CPM. Ia menilai pembagian masker tersebut membantu sekolah dalam mengantisipasi risiko gangguan pernapasan pada siswa akibat paparan kabut asap.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pembagian masker ini. Udara di Kota Palu sedang tidak sehat akibat paparan asap dan ini berisiko mengganggu sistem pernapasan anak-anak,” ujar Sesi.
Melalui program tersebut, PT CPM berharap masker yang dibagikan dapat membantu melindungi siswa dan guru selama kualitas udara belum membaik.
Edukasi kesehatan juga diharapkan mendorong warga sekolah untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan saat beraktivitas di tengah kabut asap.*
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






