Kapolda Sulteng: Kritik dan Masukan Media Dibutuhkan untuk Evaluasi Polri
Palu – Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Pol Nasri mengajak insan pers memperkuat kemitraan dengan kepolisian untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ajakan itu disampaikan Nasri saat bersilaturahmi dengan puluhan jurnalis di salah satu restoran di Kota Palu, Rabu (12/8) malam. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban.
Jurnalis yang hadir berasal dari berbagai organisasi profesi dan perusahaan media, baik cetak, online, maupun elektronik. Sejumlah organisasi pers yang hadir antara lain PWI Sulteng, AJI Palu, IJTI Sulteng, AMSI Sulteng, JMSI Sulteng, SMSI Sulteng, AMKI Sulteng, PFI Kota Palu, dan KKJ Sulteng.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi kepolisian dan insan pers untuk mempererat komunikasi sekaligus bertukar pandangan mengenai berbagai persoalan di Sulawesi Tengah.
Kapolda Sulteng Irjen Pol Nasri mengapresiasi peran insan pers yang selama ini turut menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan dan kinerja Polda Sulteng. Dia berharap pemberitaan yang disampaikan kepada masyarakat tetap mengedepankan akurasi dan keberimbangan.
Menurut Nasri, media memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat. Selain menjadi sarana penyebaran informasi, media berperan sebagai kontrol sosial terhadap penyelenggaraan kekuasaan dan dinamika di tengah masyarakat.
“Media memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat Sulawesi Tengah. Karena itu, penting untuk berhati-hati dalam menyajikan informasi, terlebih perkembangan teknologi membuat arus informasi semakin cepat dan tantangan ke depan semakin kompleks,” ujarnya.
Nasri juga menegaskan Polda Sulteng membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi insan pers. Menurutnya, kritik, masukan, dan saran dari media diperlukan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
“Polda Sulteng membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi insan pers. Kritik, masukan, dan saran dari rekan-rekan media sangat kami butuhkan sebagai bahan evaluasi untuk terus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan Polri kepada masyarakat,” katanya.
Dia menekankan, kemitraan antara kepolisian dan media bukan sekadar hubungan publikasi, tetapi bagian dari upaya bersama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di Sulawesi Tengah.
“Kolaborasi antara Polri dan insan pers menjadi penting untuk menghadirkan informasi yang mencerdaskan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua AMSI Sulteng Muhammad Ikbal mengatakan Polri dan jurnalis pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yakni berkontribusi dalam pembangunan bangsa, meski memiliki tugas dan kepentingan yang berbeda.
Dia mencontohkan kepolisian memiliki batasan dalam menyampaikan informasi terkait proses penyidikan dan keamanan. Di sisi lain, jurnalis dituntut menyajikan informasi secara cepat kepada publik.
“Karena itu, diperlukan komunikasi dan koordinasi yang baik agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat, tidak mengganggu proses penegakan hukum, dan tetap memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi,” katanya.
Silaturahmi tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan kemitraan antara Polda Sulteng dan insan pers. Sinergi yang terjalin juga diharapkan menciptakan komunikasi yang terbuka sehingga informasi mengenai kinerja dan pelayanan kepolisian dapat disampaikan secara akurat, berimbang, dan mudah dipahami masyarakat. RIL
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.








