Jakarta – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, terus menggenjot percepatan pembangunan desa. Salah satu fokus utamanya adalah digitalisasi desa, terutama bagi 606 desa di Sulteng yang masih tergolong blank spot atau belum terjangkau internet.

Hal itu disampaikan langsung Anwar Hafid saat melakukan audiensi dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto di Kantor Kemendes PDT, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin, 19 Januari 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Anwar menegaskan bahwa akses internet bukan sekadar kebutuhan, tetapi fondasi penting untuk mendorong kemajuan desa, termasuk dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.

Menurut Anwar, masih banyak desa di Sulawesi Tengah yang menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar, mulai dari akses internet hingga jembatan penghubung. Kondisi ini menghambat pengembangan usaha desa, pelayanan publik, hingga pemasaran produk lokal seperti hasil pertanian dan kerajinan masyarakat.

“Digitalisasi desa harus dipercepat. Tanpa internet, desa akan semakin tertinggal,” tegas Anwar Hafid.

Menanggapi hal itu, Mendes PDT Yandri Susanto menyatakan bahwa pemerintah pusat siap mendukung penuh langkah Gubernur Sulawesi Tengah dalam mengatasi persoalan blank spot.

“Apa yang disampaikan Pak Gubernur bukan hambatan, tapi peluang yang harus kita selesaikan bersama. Soal internet, listrik, dan koperasi desa, kita akan kawal langsung,” ujar Yandri.

Sebagai bentuk keseriusan, Yandri mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan kunjungan langsung ke Sulawesi Tengah untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus memastikan pelaksanaan program strategis nasional berjalan optimal.

Yandri juga menilai, pengalaman Anwar Hafid yang pernah berkiprah dari tingkat desa hingga nasional menjadi modal kuat dalam mempercepat pembangunan desa di Sulteng.

Sementara itu, Anwar Hafid menyampaikan apresiasi atas respons positif dari pemerintah pusat. Ia berharap, dukungan tersebut dapat segera menjadi solusi nyata bagi 606 desa blank spot di Sulawesi Tengah.

“Ini adalah harapan besar bagi masyarakat desa. Kami ingin pembangunan desa di Sulteng benar-benar merata dan berkelanjutan,” tandasnya.

Audiensi tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Desa dan PDT Ariza Patria, Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid, serta jajaran pejabat tinggi Kemendes PDT.*