Palu – Ribuan masyarakat dan pelajar SMA/SMK se-Kota Palu memadati halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah pada kegiatan buka puasa bersama bertajuk “Sulteng Nambaso Bersama Masyarakat”, Jumat (6/3).
Kegiatan yang dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido itu dirangkaikan dengan sosialisasi bahaya narkoba, sekaligus menjadi momentum mengajak generasi muda menyatakan perang terhadap peredaran narkotika.
Dalam sambutannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa generasi muda kerap menjadi sasaran empuk jaringan peredaran narkoba. Karena itu, ia mengajak para pelajar untuk menjadi garda terdepan dalam melawan ancaman tersebut.
“Sulawesi Tengah pernah dicap sebagai daerah dengan peredaran narkoba terbesar ketiga di Indonesia. Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Karena itu saya mengajak anak-anakku semua menjadi pionir untuk melawan narkoba,” tegas Anwar.
Menurut Anwar, penyelenggaraan buka puasa bersama di kawasan Jalan Sam Ratulangi tersebut lahir dari diskusi bersama jajaran aparat keamanan sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus menguatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap bahaya narkoba.
Dia mengaku bersyukur kegiatan tersebut mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Sepanjang jalan menuju lokasi acara bahkan dipadati warga yang ingin ikut dalam kegiatan tersebut.
“Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kecintaan masyarakat terhadap Sulawesi Tengah. Mudah-mudahan silaturahmi ini semakin memperkuat persatuan kita semua,” ujarnya.
Secara khusus, Gubernur juga memberikan pesan kepada para pelajar yang hadir. Gubernur mengingatkan bahwa generasi muda saat ini adalah calon pemimpin masa depan yang akan menentukan terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 dan Sulawesi Tengah Emas 2045.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya membangun tiga karakter utama, yakni karakter moral, intelektual, dan kinerja.
Karakter moral, kata Anwar, harus dibangun melalui kedekatan dengan nilai-nilai agama. Sementara karakter intelektual ditempa melalui semangat menuntut ilmu. Adapun karakter kinerja diwujudkan melalui kerja keras dan semangat berkarya.
“Kalau tiga karakter ini dimiliki, saya yakin generasi muda Sulawesi Tengah mampu bersaing dan membawa daerah ini lebih maju,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Anwar Hafid juga mengajak para pelajar mendukung Gerakan Siswa Cinta Masjid, program yang sebelumnya telah dicanangkan di Kabupaten Donggala sebagai bagian dari pembinaan karakter generasi muda.
Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Tengah Ferdinand Maksi Pasule menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda karena dapat merusak kualitas sumber daya manusia.
Ia menilai upaya pencegahan tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat, tetapi harus melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat secara bersama-sama.
“Peredaran narkoba tidak akan berhenti jika masih ada yang mengonsumsi. Karena itu peran orang tua, lingkungan pendidikan, dan masyarakat sangat penting untuk membentengi generasi muda,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Endi Sutendi, Gubernur Sulawesi Tengah periode 2011–2021 Longki Djanggola, Gubernur Sulawesi Tengah periode 2021–2025 Rusdy Mastura, Ketua Umum PB Alkhairaat Habib Alwi bin Saggaf bin Muhammad Aljufri, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan pelajar.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap terbangun sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan generasi muda yang berkarakter, berilmu, serta bebas dari narkoba demi mewujudkan Sulawesi Tengah yang maju dan sejahtera.*