BNPB Imbau Warga Sulteng Tingkatkan Kewaspadaan, Gempa Susulan Diperkirakan Masih Intens
Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di wilayah terdampak gempa bumi magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah untuk sementara waktu berada di luar rumah atau bangunan.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi bahaya akibat gempa susulan yang diperkirakan masih akan terjadi dengan intensitas tinggi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan kondisi seluruh bangunan yang terdampak gempa utama.
Bangunan yang mengalami retak atau kerusakan dikhawatirkan dapat mengalami kerusakan lebih parah apabila kembali diguncang gempa susulan.
“Frekuensi gempa susulan diperkirakan masih cukup intens. Karena itu, masyarakat sebaiknya berada di luar rumah atau bangunan untuk sementara waktu,” ujar Muhari, Selasa, 16 Juni 2026.
Sebagai langkah antisipasi, BNPB telah mengirimkan tenda pengungsian yang dapat digunakan apabila diperlukan. Meski demikian, Abdul Muhari menegaskan bahwa situasi tersebut bukanlah kondisi permanen, mengingat laporan kerusakan yang diterima sejauh ini masih tergolong ringan atau minor.
Namun, ia mengingatkan bahwa gempa susulan berpotensi memperparah kerusakan yang telah terjadi pada sejumlah bangunan di wilayah terdampak.
Menurutnya, periode enam jam pertama setelah gempa signifikan merupakan waktu yang paling rawan karena intensitas dan frekuensi gempa susulan masih sangat tinggi.
BNPB berharap aktivitas gempa susulan akan berangsur melemah dan frekuensinya semakin berkurang seiring berjalannya waktu.
Karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan setidaknya dalam 1×24 jam ke depan, sambil terus memantau informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah setempat.*
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







