Morowali Utara – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan pesan spiritual yang mendalam saat menghadiri Halalbihalal bersama Keluarga Besar Majelis Dzikir Ahlussunah wal Jamaah di Desa Moroles, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara, Rabu (25/3).
Dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan, Anwar Hafid mengajak masyarakat untuk kembali memberi perhatian pada kebersihan hati sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan.
Menurutnya, hati memiliki peran sentral dalam menentukan arah hidup seseorang. Hati yang tidak dirawat, kata dia, akan kehilangan kepekaan terhadap nilai-nilai kebaikan, bahkan cenderung menolak hidayah.
“Hati manusia jika tidak dibersihkan maka akan mati rasa dan menolak segala hidayah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam kehidupan manusia, hati sejatinya menjadi pengendali utama. Sementara akal pikiran hanya berfungsi menyusun strategi, keputusan untuk bertindak tetap ditentukan oleh hati.
“Hati lah yang sejatinya mengendalikan tubuh, bukan otak. Otak hanya memikirkan strategi, kemudian hati yang menentukan diri ini harus bergerak atau tidak,” jelasnya.
Anwar Hafid menilai kondisi tersebut tercermin dari masih banyaknya umat yang belum merespons panggilan ibadah. Ketika azan berkumandang namun seseorang tidak tergerak menunaikan salat, hal itu menunjukkan hati yang belum tersentuh.
“Kalau ada panggilan adzan dan kita tidak tergerak untuk segera melaksanakan salat, itu karena tidak ada perintah dari hatinya,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya membersihkan hati secara konsisten. Ia menyebut Al-Qur’an sebagai sarana utama untuk menyucikan hati, disertai dengan zikir yang dilakukan secara rutin.
“Maka dari itu hati harus sering dibersihkan. Caranya dengan Al-Qur’an yang menjadi penyapu setiap hari, serta memperbanyak zikir,” tuturnya.
Di akhir penyampaiannya, Anwar Hafid mengajak seluruh umat Islam untuk meluangkan waktu membaca Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup sehari-hari.
“Luangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an. Setiap Muslim wajib memiliki Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pegangan hidup,” tegasnya.*