Anwar Hafid Dinilai Sukses Gulirkan 23 Ribu Beasiswa BERANI Cerdas

waktu baca 2 menit
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, bertemu mahasiswa penerima beasiswa Berani Cerdas. (FOTO: ISTIMEWA)

Palu – Di saat banyak daerah masih bergulat dengan kebijakan efisiensi anggaran nasional, Provinsi Sulawesi Tengah justru dinilai mampu bertahan dan tetap melaju. Salah satu buktinya terlihat dari keberhasilan program Beasiswa BERANI Cerdas yang digagas Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, sebagai komitmen nyata membangun sumber daya manusia.

Pengamat Politik dari Citra Institute, Efriza, menilai mayoritas kepala daerah saat ini masih sangat bergantung pada kebijakan Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait Transfer Keuangan Daerah (TKD). Ketergantungan tersebut kerap menjadi hambatan dalam merealisasikan program-program strategis di daerah.

Namun, situasi tersebut tidak menjadi penghalang bagi Anwar Hafid. Di tengah keterbatasan fiskal, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah justru mampu menghadirkan akses pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan melalui program BERANI Cerdas.

“Selama ini publik selalu mempertanyakan ketergantungan daerah terhadap TKD dari pusat. Tapi Anwar, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, justru berhasil memberikan ribuan beasiswa gratis kepada generasi mudanya, padahal masa kepemimpinannya baru berjalan satu tahun,” ujar Efriza, Sabtu, 7 Februari 2026.

Berdasarkan data dari akun Instagram resmi @beranicerdas_, jumlah penerima Beasiswa BERANI Cerdas telah mencapai 23.568 mahasiswa. Capaian ini dinilai sangat signifikan, mengingat usia kepemimpinan Anwar Hafid yang relatif singkat.
Menurut Efriza, fokus Anwar Hafid pada sektor pendidikan mencerminkan pemahaman yang kuat tentang pembangunan daerah jangka panjang melalui penguatan kualitas sumber daya manusia.

“Ini menunjukkan bahwa dia memahami bagaimana membangun daerah secara berkelanjutan, dan jalannya adalah pendidikan,” tegasnya.

Dia menambahkan, langkah Anwar Hafid layak menjadi referensi bagi kepala daerah lain di Indonesia. Program BERANI Cerdas tidak hanya berdampak langsung bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi investasi strategis bagi masa depan daerah.

Lebih jauh, Efriza menilai keberhasilan program tersebut berpotensi mengantarkan Anwar Hafid ke panggung politik nasional, seiring dukungan Partai Demokrat sebagai kendaraan politiknya.

“Selama ini beasiswa gratis identik dengan program pusat seperti KIP. Apa yang dilakukan Anwar ini bisa menjadi pertimbangan serius bagi Demokrat, bahwa mereka memiliki kader dengan program nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat,” tandasnya.*

Tinggalkan Balasan