Anwar Hafid Apresiasi Program Satu Rumah Satu Pengusaha

waktu baca 3 menit
Suasana pelantikan Dewan Pengurus Daerah Kadin Parigi Moutong periode 2026–2031. (FOTO: ISTIMEWA)

Parigi Moutong – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memberikan apresiasi tinggi terhadap program unggulan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Parigi Moutong, Satu Rumah Satu Pengusaha. Program tersebut dinilai sebagai langkah strategis dan visioner dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi komoditas lokal.

Apresiasi itu disampaikan Gubernur Anwar Hafid saat menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Daerah Kadin Parigi Moutong periode 2026–2031 yang berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, Wakil Bupati Abdul Sahid, Ketua Kadin Sulawesi Tengah Andi Dg Nur Rahmatu, jajaran kepala OPD, camat, kepala desa, serta para pelaku usaha.

Dalam kesempatan tersebut, Faradiba Zaenong resmi dilantik sebagai Ketua Kadin Parigi Moutong bersama 95 pengurus lintas bidang oleh Ketua Kadin Sulawesi Tengah, disaksikan langsung Gubernur Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa program Satu Rumah Satu Pengusaha bukan sekadar jargon, melainkan cita-cita besar yang harus diwujudkan melalui kerja nyata dan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, kata dia, siap memberikan dukungan konkret, mulai dari skema permodalan hingga fasilitasi usaha, dengan prasyarat kesiapan gerai dan penguatan kelembagaan koperasi.

“Kalau tekadnya sudah kuat, peluang itu pasti terbuka. Kita tidak bisa terus bergantung pada APBD atau proyek konstruksi. Masa depan ekonomi Sulawesi Tengah ada pada kewirausahaan rakyat—pada rumah-rumah kecil yang berani bermimpi besar,” tegas Anwar Hafid.

Ia juga menyoroti Parigi Moutong sebagai daerah dengan potensi ekonomi yang mulai mendapat perhatian dunia, khususnya melalui komoditas durian. Jika Morowali dikenal secara global lewat industri nikel, Parigi Moutong disebutnya mulai mencuri perhatian investor internasional, termasuk dari Tiongkok, berkat kualitas duriannya.

Pemerintah provinsi, lanjut Anwar, telah mendorong percepatan hilirisasi komoditas kelapa dan durian melalui koordinasi dengan Bappenas serta kementerian terkait, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha lokal.

Tak hanya itu, Gubernur Anwar Hafid juga mengungkap rencana pengembangan kawasan industri ramah lingkungan di wilayah barat Sulawesi Tengah. Kawasan ini dirancang berbasis energi terbarukan tenaga air, tanpa ketergantungan pada batu bara, sebagai titik pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.

“Saya ingin selama memimpin Sulawesi Tengah, pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di wilayah timur. Barat juga harus tumbuh kuat. Dan Parigi Moutong adalah salah satu sentra yang kita siapkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kadin Parigi Moutong Faradiba Zaenong menegaskan bahwa amanah kepengurusan bukanlah sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk menghasilkan kerja yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Ini bukan soal gaya-gayaan organisasi. Ini soal hasil. Satu Rumah Satu Pengusaha adalah gerakan perubahan—mendorong ibu-ibu mulai berjualan, anak muda berani membuka usaha, dan keluarga menciptakan peluang ekonomi dari rumah,” ungkapnya.

Faradiba optimistis, kolaborasi erat antara Kadin, pemerintah daerah, dan pemerintah provinsi akan mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal serta memperkuat martabat Parigi Moutong secara berkelanjutan.

Ketua Kadin Sulawesi Tengah Andi Dg Nur Rahmatu dalam arahannya menekankan pentingnya kolaborasi inklusif antara dunia usaha dan pemerintah. Menurutnya, jika 25 persen rumah tangga di Parigi Moutong menjadi pelaku usaha, maka daerah ini akan tumbuh sebagai kabupaten mandiri yang kuat dari desa.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi bangsa. Inilah yang membuat Indonesia bertahan di tengah krisis. Karena itu, kita harus menciptakan peluang kewirausahaan seluas-luasnya,” katanya.

Sementara itu, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan Kadin sebagai mitra strategis pembangunan ekonomi.

“Kadin Parigi Moutong kami lihat sangat aktif dan progresif. Pemerintah daerah siap mendukung melalui kemudahan perizinan, kepastian regulasi, peningkatan infrastruktur, dan penguatan sumber daya manusia,” ujarnya.

Pelantikan pengurus Kadin Parigi Moutong ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam mewujudkan Parigi Moutong yang maju, berdaya saing, dan sejahtera, sekaligus memperkokoh Sulawesi Tengah sebagai daerah yang tangguh secara ekonomi.*

Tinggalkan Balasan