Lantik Kepala Dinas Baru, Gubernur Sulteng Tekankan Tiga Hal Ini

waktu baca 3 menit
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan pejabat baru lingkup Pemprov Sulteng. (FOTO: ISTIMEWA)

Palu – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, menegaskan pentingnya data, digitalisasi, dan inovasi kepada para pejabat eselon II dan pejabat fungsional yang baru dilantik di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulteng.

Dalam sambutannya usai pelantikan, gubernur menyebut proses seleksi pejabat dilakukan melalui tahapan panjang dan penuh pertimbangan karena banyak peserta memiliki kapasitas yang baik.

“Memilih kepala dinas ketika semua peserta itu bagus-bagus, itu sangat berat. Namun itu harus kita lakukan,” ujar Anwar, Senin, 11 Mei 2026.

Anwar juga menyampaikan permohonan maaf kepada peserta seleksi terbuka yang belum terpilih dalam proses kali ini. Menurutnya, seluruh peserta yang masuk tiga besar dan telah mendapat persetujuan Kementerian PAN-RB tetap menjadi prioritas untuk kesempatan berikutnya.

“Jangan berkecil hati. Roda pemerintahan ini terus berputar dan evaluasi terus berjalan,” katanya.

Gubernur juga menekankan jabatan struktural birokrasi tidak memiliki masa jabatan tetap karena evaluasi dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan organisasi.

“Sekarang bahkan enam bulan saja sudah bisa diganti. Tidak perlu menunggu satu atau dua tahun,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, gubernur Anwar memberi penekanan khusus kepada pejabat yang baru dilantik agar fokus pada tiga kontrak kinerja utama, yakni data, digitalisasi, dan inovasi.

Menurutnya, Pemprov Sulteng sedang menyiapkan tim evaluasi independen yang akan bekerja selama enam bulan untuk menilai seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) berdasarkan tiga indikator tersebut.

“Apakah digitalisasi sudah berjalan, apakah data sudah tersedia, dan inovasi apa yang sudah dimiliki masing-masing OPD,” ujarnya.

Dia mengakui penerapan tiga hal tersebut bukan perkara mudah di tengah kondisi efisiensi anggaran saat ini. Meski demikian, setiap OPD diminta tetap menunjukkan langkah dan progres yang nyata.

Gubernur juga mengingatkan tantangan keuangan daerah ke depan akan semakin berat, termasuk kemungkinan berkurangnya transfer pusat pada 2027. Karena itu, optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dinilai menjadi solusi penting yang harus dikerjakan bersama seluruh perangkat daerah, bukan hanya Badan Pendapatan Daerah.

“Saya berharap seluruh perangkat daerah terus berpikir apa yang bisa dilakukan untuk melahirkan inovasi dan kreasi bagi daerah ini,” katanya.

Ia menyebut pelantikan pejabat kali ini sebagai “gerbong kedua” yang diharapkan mampu mempercepat laju kinerja pemerintahan daerah setelah “gerbong pertama” berjalan lebih dulu.

Anwar mengingatkan seluruh ASN agar tidak berhenti berkreasi meski di tengah keterbatasan anggaran dan tingginya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.

“Pelayanan rakyat tidak mengenal efisiensi. Rakyat tidak peduli pemerintah sedang susah. Yang mereka tahu, mereka harus dilayani,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh ASN menjadi pribadi biasa yang mampu menghasilkan karya luar biasa bagi masyarakat dan daerah.

“Pemimpin itu adalah orang biasa yang mampu berbuat luar biasa,” tutupnya.

Selaku gubernur, Anwar telah melantik 10 kepala dinas baru di lingkungan pemprov sulteng, nama Muhammad Syahrul Syam, dilantik sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah, sedangkan Wahid Irawan, dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah.

Adapun nama Santo Wibowo diketahui menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah dan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Tengah kini dijabat oleh Haris, menggantikan Awaluddin yang telah purna tugas.

Selanjutnya, Asbudianto dilantik sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah, dan Rahman Ansyari menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Tengah.

Sementara itu, I Wayan Yudana, dilantik sebagai Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah. Irwan, menjabat sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah.

Dan Rusmiati, turut dilantik sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Sumber Daya Manusia, Pengembangan Kawasan, dan Wilayah. Serta Wahyu Agus Pratama, sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Provinsi Sulawesi Tengah. RIL

Tinggalkan Balasan