Anggota DPRD Palu H Muchsin Ali Minta Dinas PU Keruk Sedimen Drainase di Pasar Inpres

waktu baca 2 menit
[radio_player id="2"]
Anggota DPRD Kota Palu dari Fraksi Hanura, H. Muchsin Ali, bersama Dinas PU meninjau drainase di Pasar Inpres Manonda. (Foto: Tangkapan Layar)

Palu – Anggota DPRD Kota Palu dari Fraksi Hanura, H. Muchsin Ali, meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu untuk segera menindaklanjuti permasalahan pendangkalan drainase di area Pasar Inpres Manonda, khususnya di kawasan Pasar Ikan dan kawasan Jalan Bayam, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu.

Langkah pengerukan dinilai mendesak untuk menekan dampak banjir yang kerap menggenangi pemukiman dan kawasan perdagangan setempat.

Desakan tersebut disampaikan Muchsin usai meninjau langsung kondisi drainase di Pasar Ikan pada Rabu pagi (4/11/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.

Peninjauan lapangan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi pedagang dan warga yang disampaikan saat kegiatan reses di Lorong Bayam 2 pada malam sebelumnya.

Dalam peninjauan tersebut, Muchsin yang didampingi perwakilan Dinas PU Kota Palu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Kepala Pasar, mendapati ketebalan sedimen material tanah dan pasir di dalam saluran air telah mencapai ketinggian betis orang dewasa.

“Sedimennya sudah sangat tebal hingga setinggi betis warga. Memang perlu ada pengerukan secepatnya. Minimal penanganan awal ini dilakukan untuk mengurangi keresahan dan keluhan para pedagang serta warga di Pasar Ikan jika hujan deras kembali turun,” ujar anggota Komisi C DPRD tersebut.

Muchsin menjelaskan bahwa warga setempat sebenarnya sudah berupaya melakukan pembersihan secara swadaya dan gotong royong. Namun, terbatasnya peralatan membuat pengerukan tidak dapat berjalan maksimal sehingga membutuhkan intervensi teknis dari pemerintah daerah.

Selain di Pasar Ikan, Muchsin juga menyoroti kondisi saluran drainase utama di bagian belakang Jalan Bayam. Kapasitas drainase yang sempit serta tingginya endapan sedimen menjadi pemicu utama meluapnya air hingga merendam kawasan Bayam 1, Bayam 2, dan wilayah Pasar Impres saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Masalah banjir di kawasan ini memang cukup kompleks dan sudah lama saya suarakan. Saat ini Dinas PU dilaporkan sedang mengerjakan pembuat penahan tebing (turap) batu setinggi lebih dari satu meter untuk menahan laju air. Namun untuk drainase di Pasar Ikan, pihak teknis di lapangan menyatakan masih akan berkonsultasi dengan Kepala Dinas PUPR terlebih dahulu,” tambahnya.

Sebagai wakil rakyat di Komisi C yang membidangi pembangunan dan infrastruktur, Muchsin menegaskan akan terus mengawal penanganan drainase ini agar Dinas PU dapat merespons dengan cepat demi kenyamanan masyarakat dan aktivitas ekonomi warga pasar.

Tinggalkan Balasan