Ahmad Ali Tegaskan Fitnah Sembako adalah Rekayasa, Serukan Warga Sulteng Tetap Bijak

waktu baca 2 menit
Ahmad Ali saat memberikan sambutan di Kampanye Relawan Prabowo dan Lisa di Kota Palu. (Foto: IST)

INFOSULTENG.ID, Palu – Dalam kampanye terbatas di Kota Palu, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah nomor urut 1, Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri, dengan lantang membantah isu pembagian sembako yang beredar di media sosial.

Ahmad Ali menegaskan, tuduhan tersebut adalah rekayasa yang sengaja dirancang untuk merusak nama baik pasangan Beramal (Ahmad Ali – Abdul Karim Aljufri).

“Saya tegaskan, ini murni fitnah. Tidak benar bahwa tim kami membagikan sembako. Isu ini hanya upaya memecah belah pendukung kami. Saya himbau masyarakat Sulawesi Tengah untuk tidak termakan provokasi,” tegas Ahmad Ali saat berbicara di hadapan ribuan relawan Relawan Prabowo (Repro) dan LISA Kota Palu, Jumat (22/11).

Lebih jauh, Ahmad Ali mengungkapkan bahwa ada pihak-pihak yang menggunakan taktik licik dengan mendata masyarakat atas nama timnya dan menyebarkan janji palsu, seperti bantuan untuk masjid dan kebutuhan lainnya. Ia menyebut langkah ini sebagai provokasi murahan dari lawan politik yang tidak mampu bersaing secara sehat.

“Kami percaya masyarakat Sulawesi Tengah sudah cerdas. Mereka bisa membedakan mana yang memberi bukti nyata dan mana yang hanya menebar janji kosong. Kepanikan lawan politik ini menunjukkan lemahnya strategi mereka,” tambahnya.

Ahmad Ali juga menyerukan kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu tidak bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa perjuangannya bersama Abdul Karim Aljufri adalah demi masa depan Sulawesi Tengah yang lebih baik.

“Perjuangan ini bukan soal kekuasaan, tetapi masa depan kita semua. Jangan gadaikan masa depan kita demi provokasi murahan dari mereka yang haus kekuasaan,” ujarnya penuh semangat.

Pasangan Beramal tetap optimis bahwa masyarakat Sulawesi Tengah akan bersikap bijak dalam menyikapi isu-isu tersebut. Mereka berkomitmen untuk terus memberikan bukti nyata dalam membawa perubahan positif bagi daerah.*

Tinggalkan Balasan