Ahmad Ali Tandatangani Pakta Integritas: Komitmen Atasi Krisis Lingkungan dan Lindungi Hak Adat

waktu baca 2 menit
Calon Gubernur nomor urut 1, Ahmad Ali, ketika menandatangani pakta integritas pada acara Diskusi Panel. (Foto: Infosulteng.id/Fahril)

INFOSULTENG.ID, Palu – Ditengah forum diskusi yang digelar oleh Forum Jurnalis Sulawesi Tengah (Sulteng), calon Gubernur Sulawesi Tengah nomor urut 1, Ahmad Ali, mengambil langkah progresif dalam perjuangan melindungi lingkungan dan masyarakat adat dengan menandatangani pakta integritas pada Diskusi Panel bertema “Strategi Mengatasi Pembenahan Tata Kelola Lingkungan, Krisis Iklim – Energi, dan Ruang Masyarakat Adat.”

Ahmad Ali menjadi satu-satunya kandidat yang menghadiri diskusi tersebut, menunjukkan komitmennya terhadap isu lingkungan, berbeda dari pasangan calon lainnya yang absen.

Dalam pidatonya, ia menyoroti dampak kerusakan lingkungan akibat eksploitasi masa lalu serta pentingnya kebijakan berkelanjutan untuk memastikan keseimbangan antara investasi dan perlindungan lingkungan.

“Kerusakan lingkungan hari ini adalah akumulasi dari kebijakan keliru selama puluhan tahun. Kita harus memastikan investasi di masa depan justru membantu memperbaiki lingkungan, bukan semakin merusaknya,” tegas Ahmad Ali.

Ia juga mengkritik minimnya kewenangan daerah dalam pengawasan perizinan tambang, yang sering kali berujung pada pelanggaran lingkungan. Menurutnya, komunikasi yang intensif dengan pemerintah pusat diperlukan untuk menciptakan regulasi yang lebih berimbang.

Ketua AJI Palu, Agung Sumanjaya, menyatakan apresiasinya terhadap kehadiran Ahmad Ali, sekaligus menekankan pentingnya isu lingkungan, kebebasan berpendapat, dan perlindungan jurnalis dalam Pilkada Sulteng 2024.

Ia menambahkan, visi-misi kandidat harus mencakup strategi yang jelas dalam pengelolaan sumber daya alam serta perlindungan masyarakat adat.

Ahmad Ali menutup diskusi dengan menyerukan kepada para jurnalis untuk terus vokal mengawal kebijakan pemerintah, terutama terkait perizinan tambang.

“Jurnalis adalah mata masyarakat. Saya dorong teman-teman jurnalis untuk terus menjadi pengawas kritis terhadap kebijakan yang merugikan lingkungan,” ujarnya.

Diskusi panel ini menjadi momentum penting bagi publik untuk menilai komitmen kandidat terhadap isu lingkungan, sekaligus mempertegas peran media dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam proses demokrasi.*

Tinggalkan Balasan