Anwar Hafid: Sulteng Menuju Raja Durian Dunia

waktu baca 3 menit
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, bersama Wagub Sulteng, Reny Lamadjido, menerima kunjungan kerja Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding. (FOTO: Biro Adpim Sulteng)

Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, menerima kunjungan kerja Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, di Ruang Rapat Polibu Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (26/5).

Pertemuan tersebut dinilai strategis untuk memperkuat pengembangan komoditas unggulan daerah, khususnya durian dan kelapa, guna mendukung hilirisasi ekspor serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah.

Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa Sulawesi Tengah memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah penghasil durian terbesar di Indonesia yang siap menembus pasar internasional.

“Sulawesi Tengah menuju Raja Durian Dunia,” tegasnya.

Menurut Anwar, pemerintah daerah saat ini terus mendorong peningkatan ekspor berbagai komoditas unggulan sebagai strategi menjaga pertumbuhan ekonomi daerah tetap berada di atas rata-rata nasional.

Ia menyebut, selain sektor industri pengolahan, komoditas pertanian dan perkebunan memiliki peran penting dalam menopang perekonomian Sulawesi Tengah.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong ekspor kelapa bulat dan durian. Peran Badan Karantina menjadi sangat penting dan strategis untuk mendukung kelancaran program ekspor yang sedang kami lakukan,” ujarnya.

Anwar juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menjalin komunikasi dan kesepakatan kerja sama dengan Provinsi Hainan, Tiongkok, di bidang pertanian, perikanan, kesehatan, peternakan, hingga perdagangan ekspor.

Menurutnya, pasar Tiongkok, khususnya Hainan, memiliki minat besar terhadap komoditas kelapa dan durian asal Sulawesi Tengah.

Selain itu, Pemprov Sulteng juga merencanakan pembukaan penerbangan langsung Guangzhou–Palu melalui Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri pada 10 Juli 2026 mendatang sebagai upaya memperkuat konektivitas perdagangan internasional.

Sementara itu, Kepala Barantin Abdul Kadir Karding menegaskan bahwa Badan Karantina Indonesia kini mengusung paradigma baru, bukan sekadar “penjaga pintu”, tetapi juga sebagai akselerator ekonomi nasional.

Menurutnya, Barantin tidak hanya menjalankan fungsi perlindungan sumber daya hayati, tetapi juga berperan dalam pengendalian keamanan dan mutu pangan guna mendukung akses pasar global.

“Barantin ingin mendorong percepatan ekspor-impor perdagangan melalui penerapan standar dan protokol karantina yang harus dipenuhi untuk menembus pasar internasional,” katanya.

Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar karantina dan SOP ekspor guna menjaga kualitas komoditas unggulan Sulawesi Tengah agar mampu bersaing di pasar global.

“Kualitas durian dan kelapa Sulawesi Tengah menjadi daya tarik tersendiri bagi pasar Tiongkok. Jika standar karantina dijaga dengan baik, komoditas kita tidak hanya mampu menembus pasar Asia, tetapi juga Eropa,” tambahnya.

Karding juga mendorong pembangunan fasilitas instalasi dan laboratorium di Sulawesi Tengah guna memastikan kualitas komoditas ekspor memenuhi standar internasional sekaligus mendukung hilirisasi produk unggulan daerah.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mencatat, sejak Januari hingga 12 April 2026, Sulawesi Tengah telah mengekspor 151 kontainer durian beku ke Tiongkok dengan total volume mencapai 4.077 ton senilai Rp377,5 miliar.*

Tinggalkan Balasan