DONGGALA – Ketua DPRD Kabupaten Donggala, Mohamad Yasin Lataka, menegaskan komitmen lembaganya dalam mengawal anggaran sektor pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pengawalan tersebut mencakup pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi, distribusi pupuk bersubsidi, serta dorongan hilirisasi produk pertanian di tingkat desa.

Menurut Yasin, Kecamatan Sojol memiliki potensi besar di sektor pertanian dengan luas lahan sekitar 800 hektare dan dua kali musim tanam setiap tahun. Dengan potensi tersebut, nilai produksi pertanian di wilayah itu diperkirakan dapat melampaui Rp100 miliar per tahun apabila didukung ketersediaan alat dan mesin pertanian yang memadai.

“Kami di DPRD akan terus mengawal agar sektor pertanian benar-benar menjadi prioritas, baik dari sisi anggaran maupun kebijakan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Yasin saat menghadiri Gerakan Panen Raya Padi Sawah di Desa Siboang, Kecamatan Sojol, Rabu (15/4), yang turut dihadiri unsur pemerintah daerah dan ratusan petani.

Dalam kesempatan itu, ia juga mendorong agar hasil panen petani dapat diserap langsung oleh Bulog dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tanpa melalui perantara.

Yasin menilai, pembelian gabah secara langsung penting untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Ia menyebut praktik tengkulak selama ini kerap memengaruhi harga jual hasil panen.

“Gabah bapak dan ibu harus dibeli dengan harga yang bagus. Kami akan dorong Bulog dan BUMDes membeli langsung ke petani, tanpa melalui tengkulak yang memainkan harga,” katanya.

Politisi Partai NasDem tersebut menambahkan, skema pembelian langsung merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat sektor pertanian di daerah.*