Tantangan dan Peluang Ekonomi Sulteng di Bawah Kepemimpinan Gubernur Baru

waktu baca 2 menit
Ketua Senat Untad, Professor Djayani. (FOTO: ISTIMEWA)

INFOSULTENG.ID, Palu – Perekonomian Sulawesi Tengah (Sulteng) menunjukkan pertumbuhan pesat dalam tiga tahun terakhir. Data mencatat bahwa sejak 2021 hingga 2023, pertumbuhan ekonomi provinsi ini mencapai angka 9,2 persen, melampaui rata-rata nasional yang berkisar di angka 6 persen.

Dengan pertumbuhan ini, Sulteng menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua setelah Papua Barat.

Akademisi Universitas Tadulako (Untad), Prof. Djayani menilai bahwa pertumbuhan ini didorong oleh sektor pertambangan, terutama di kawasan Morowali, yang menjadi pusat industri nikel.

Namun, tantangan baru muncul seiring kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat di awal 2025. Presiden Prabowo Subianto menetapkan pemangkasan anggaran bagi kementerian, termasuk Kementerian Dalam Negeri dan sektor pendidikan, yang turut berdampak pada ekonomi daerah.

“Pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh anggaran fiskal. Jika APBN dikurangi, maka dampaknya bisa meluas, termasuk terhadap lapangan kerja dan daya beli masyarakat,” ujar Prof. Djayani, Senin, 17 Februari 2025.

Meskipun ada tantangan, ia optimis bahwa kebijakan ekonomi nasional akan mengalami perbaikan pada September 2025, dengan kemungkinan penambahan anggaran.

Ia juga menyoroti pentingnya akselerasi ekonomi oleh gubernur baru, khususnya dalam mengelola sektor unggulan agar tetap berkembang meski ada keterbatasan anggaran.

Salah satu sektor yang diprediksi terdampak langsung adalah perhotelan. Pemangkasan anggaran perjalanan dinas dan kegiatan pemerintahan akan berpengaruh pada tingkat okupansi hotel, restoran, dan layanan transportasi.

Para pelaku usaha di sektor ini diharapkan untuk beradaptasi dan mencari strategi baru guna mempertahankan stabilitas ekonomi mereka. RIL

Tinggalkan Balasan