Si Gerandong, Sapi Kurban Presiden untuk Kota Palu

waktu baca 3 menit
Si Gerandong, sapi kurban Presiden Prabowo Subianto untuk disembelih di Kota Palu. (FOTO: ISTIMEWA)

Palu – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei 2026, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menyalurkan bantuan hewan kurban melalui program Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) ke berbagai daerah, termasuk Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Tahun ini, Kota Palu mendapat bantuan seekor sapi jenis Berangus bernama “Si Gerandong” dengan bobot mencapai 841 kilogram milik Agus Siswanto peternak asal Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu

Sapi berwarna hitam legam tersebut rencananya akan disembelih di Masjid Al Rasyid, Huntap Tondo I, pada puncak pelaksanaan Iduladha 2026.

Si Gerandong tampak bertubuh besar, tegap, dan menjadi perhatian warga sekitar karena ukuran tubuhnya yang tidak biasa.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu, Nur Aida, mengatakan sapi tersebut terpilih setelah melalui proses pemetaan dan seleksi ketat oleh petugas.

Menurutnya, Agus Siswanto merupakan salah satu peternak binaan DPKP Kota Palu, khususnya dalam program inseminasi buatan sehingga memudahkan petugas melakukan pemantauan.

“Jadi tidak terlalu sulit bagi petugas kami memetakan peternak yang potensial masuk sapi kurban bantuan masyarakat Presiden RI,” ujar Aida.

Dia menjelaskan, Sekretariat Kepresidenan menetapkan syarat sapi Banmas Presiden harus memiliki bobot minimal 800 kilogram hingga satu ton.

Dari sejumlah sapi yang sempat masuk tahap seleksi, “Si Gerandong” dinilai paling memenuhi kriteria, baik dari sisi bobot maupun kondisi kesehatan.

“Hasil pemetaan itu kemudian mendapatkan Si Gerandong dengan berat terakhir ditimbang pada 10 April 2026 mencapai 840 kilogram. Dari sisi berat dan kesehatan juga memenuhi kriteria,” jelasnya.

Nur Aida menambahkan, sapi tersebut masih akan dipelihara di kandang milik peternak hingga mendekati Hari Raya Iduladha. Selama masa pemeliharaan, DPKP Kota Palu akan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum diserahkan kepada Pemerintah Kota Palu.

Aida juga menyebut harga sapi bantuan Presiden untuk Kota Palu disepakati sebesar Rp115 juta.

Sementara itu, Agus Siswanto mengaku tidak memiliki perlakuan khusus dalam membesarkan “Si Gerandong”.

“Sebenarnya biasa saja, yang penting rutin diberi makan rumput, jerami, dan ampas tahu,” katanya.

Agus menuturkan, sapi peliharaannya mulai dilirik setelah petugas datang melakukan pemeriksaan dan penimbangan.

“Begitu ditimbang ternyata bobotnya masuk, mungkin dari postur dan kondisi tubuhnya juga jadi pertimbangan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, “Si Gerandong” merupakan sapi jenis Berangus berusia sekitar empat tahun dan telah dipeliharanya sejak berumur delapan bulan.

Nama “Gerandong” sendiri dipilih karena warna tubuh sapi yang hitam pekat dan penampilannya yang terlihat sangar.

“Karena tampilannya seram, makanya saya kasih nama Gerandong,” katanya sambil tertawa.

Agus mengaku bangga karena sapi peliharaannya terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia.

“Ini kebanggaan tersendiri bagi peternak, karena bisa dipilih oleh orang nomor satu di Indonesia sebagai sapi kurban,” tuturnya.

Diketahui, Agus telah menekuni usaha peternakan sapi selama kurang lebih 11 tahun sejak 2015.*

Tinggalkan Balasan