Rusdy Mastura Ungkap Pembangunan Huntap Tondo dalam Kampanye

waktu baca 2 menit
Rusdy Mastura saat kampanye di Huntap Tondo. (Foto: Infosulteng.id/Muhamad Fahril)

PALU – Calon Gubernur Sulawesi Tengah periode 2024-2029, Rusdy Mastura, mengungkapkan tantangan yang dihadapinya dalam menyediakan hunian tetap bagi para korban bencana di Sulawesi Tengah selama masa jabatannya sebagai Gubernur. Dalam kampanyenya di Hunian Tetap Tondo, ia memaparkan langkah-langkah yang diambil sejak dilantik pada Juni 2021.

“Saat saya masuk pada bulan Juni 2021, sudah tiga tahun berlalu, dan masih banyak orang yang tinggal di hunian sementara (huntara). Namun, sekarang beberapa sudah mendapatkan bantuan dan pindah ke hunian tetap, meskipun masih ada yang belum bisa,” ungkap Rusdy Mastura.

Ia menyoroti kondisi sulit yang dialami para warga yang masih harus tinggal di huntara, seraya menyampaikan pentingnya percepatan penyediaan hunian tetap. Rusdy mengaku mengambil langkah tegas dengan mengalokasikan dana sebesar Rp65 miliar untuk mempercepat proses tersebut. Dana itu, lanjutnya, disalurkan kepada Wali Kota Palu, Bupati Sigi, dan Bupati Donggala untuk pembebasan lahan yang dibutuhkan.

“Alhamdulillah, setelah saya berikan dana tersebut, tanah untuk pembangunan hunian tetap bisa disiapkan. Bahkan Wakil Presiden saat itu datang langsung untuk melihat kondisi di lapangan,” ujar Rusdy.

Meski lahan sudah tersedia, pembangunan hunian tetap masih memerlukan dukungan dari pemerintah pusat. Rusdy menceritakan upayanya dalam berkomunikasi langsung dengan Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut. Ia mengungkapkan bahwa saat itu, Sulawesi Tengah memiliki keterbatasan dalam pendapatan daerah yang hanya mencapai Rp900 miliar, sehingga membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat.

“Saya datang ke Presiden Jokowi, saya bilang, ‘Pak Presiden, bagaimana mungkin dengan pendapatan daerah yang hanya Rp900 miliar, saya bisa membangun hunian tetap ini? Tidak mungkin. Bantu saya.’ Akhirnya, beliau mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 untuk mendukung pembangunan ini,” jelasnya.

Perlu untuk diketahui, bunyi Inpres 8 tahun 2022 tersebut tentang penuntasan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi di provinsi Sulteng.

Rusdy menambahkan bahwa dengan bantuan dari pemerintah pusat, pembangunan di wilayah Tondo, Talise, dan Petobo kini telah berjalan. Lahan yang sebelumnya telah disiapkan pun kini sudah terbangun dan mulai ditempati oleh masyarakat yang membutuhkan hunian tetap.

Menurut Rusdy, upaya ini merupakan bentuk komitmennya dalam menangani dampak bencana dan membantu masyarakat Sulawesi Tengah untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak. Ia berharap ke depan, program-program serupa dapat terus dilanjutkan demi kesejahteraan masyarakat Sulteng. RIL

Tinggalkan Balasan