Rusdy Mastura Hadiri Pelantikan Pengurus DPW Peknas, Tekankan Sulteng Punya Potensi Ekonomi Besar

waktu baca 2 menit
Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura, saat menyampaikan sambutan di acara pelantikan pengurus DPW Peknas. (FOTO: HUMAS PEMPROV SULTENG)

INFOSULTENG.ID, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusdy Mastura, menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Kabupaten/Kota, dan Anak Cabang Perhimpunan Ekonomi Kerakyatan Nasional (Peknas) Se-Provinsi Sulteng.

Acara tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran Program Nasional Digital Lubkita.com. Kegiatan ini berlangsung di Striti Convention Hall pada Kamis, 16 Januari 2025.

Dengan tema “Mendorong Langkah dan Strategi Inovasi Nyata Pemerintah dalam Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan Nasional Menuju Indonesia Emas,” acara tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda Sulteng, pejabat lingkup Pemprov Sulteng, perwakilan Kementerian UMKM RI, serta pengurus Peknas dari berbagai wilayah di Sulteng.

Dalam sambutannya, Gubernur Rusdy Mastura menyampaikan bahwa Sulteng memiliki potensi besar dalam sektor ekonomi kerakyatan.

Dia menyoroti peluang yang dapat digali dari produk lokal seperti tenun ikat, kerajinan tangan, dan hasil perikanan, serta pentingnya mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Potensi ini bisa dimanfaatkan melalui inovasi dan digitalisasi, termasuk program pelatihan petani milenial serta pengembangan ekonomi desa,” ujar Rusdy.

Dia juga menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang hadir dan berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Sulteng.

Peluncuran platform digital Lubkita.com juga mendapat perhatian, dengan harapan dapat membantu UMKM di Sulteng mengakses pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing produk lokal.

“Dengan memanfaatkan teknologi digital, peluang ekonomi bagi masyarakat dapat terus berkembang,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Moraza, menegaskan pentingnya UMKM sebagai pilar ekonomi nasional. Ia menguraikan beberapa program prioritas pemerintah, seperti perluasan akses pembiayaan, digitalisasi UMKM, dan penguatan kapasitas produksi.

Helvi juga menyoroti angka kemiskinan pada Maret 2024 yang mencapai 25,22 juta orang, dan menyatakan bahwa program pengentasan kemiskinan harus dilakukan melalui pendekatan kolaboratif.

“Kami mengapresiasi capaian Sulawesi Tengah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan dalam tiga tahun terakhir,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Helvi mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam mendukung industrialisasi berbasis kearifan lokal serta mewujudkan visi pembangunan ekonomi yang inklusif di Sulteng.

Tinggalkan Balasan