Pertamina Jawab Isu Kelangkaan BBM di Sulteng

waktu baca 3 menit
[radio_player id="2"]
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Sulawesi Tengah, Adri Anggaditya. (FOTO: INFOSULTENG.ID)

Palu – Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Sulawesi Tengah, Adri Anggaditya, memastikan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah Sulawesi Tengah aman hingga akhir tahun 2025.

Menurut Adri, pasokan BBM untuk seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sulteng, baik jenis Pertalite maupun Solar bersubsidi, masih mencukupi sekitar 95 persen dari total kuota tahunan.

“Secara proporsional, kuota kita aman. Hingga akhir tahun, masih ada ruang sekitar lima persen yang bisa dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Adri dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota Palu dan sejumlah mitra pertamina, Selasa, 4 November 2025.

Adri menjelaskan, Depot BBM Donggala menjadi pusat penyaluran utama untuk wilayah Palu, Sigi, Donggala, Parigi Moutong, hingga sebagian wilayah Sulawesi Barat. Selain BBM kendaraan, depot tersebut juga masih menyalurkan minyak tanah ke beberapa wilayah kepulauan yang belum sepenuhnya beralih ke energi lain.

Realisasi penyaluran solar hingga akhir Oktober 2025 telah mencapai 98 persen dari kuota yang tersedia. Karena itu, Adri menyampaikan diperlukan pengaturan penyaluran yang tepat sasaran agar tidak terjadi kekurangan di lapangan.

“Kami sudah menerapkan sistem QR Code di SPBU sejak beberapa tahun terakhir. Sistem ini membantu memastikan penyaluran solar bersubsidi lebih tepat sasaran sekaligus memudahkan pemantauan stok dan distribusi,” jelasnya.

Dia juga menegaskan bahwa sebagian besar SPBU di Kota Palu telah terintegrasi secara digital, sehingga stok harian dan jumlah penjualan bisa dipantau secara real time. Selain produk bersubsidi, Pertamina juga menyalurkan BBM non-subsidi seperti Pertamax Series dan Dex Series melalui jalur yang sama. Terkait antrean panjang yang terjadi pada Oktober lalu, Adri membenarkan bahwa sempat terjadi lonjakan konsumsi BBM di Kota Palu.

“Dalam seminggu terakhir, konsumsi memang meningkat cukup tajam, terutama menjelang akhir tahun. Banyak kendaraan dari luar daerah masuk ke Kota Palu, baik untuk keperluan logistik maupun liburan,” katanya.

Untuk mengantisipasi hal itu, Pertamina telah menambah hari penyaluran, termasuk pada hari Minggu, yang sebelumnya digunakan untuk perawatan armada dan fasilitas.

“Biasanya depot tidak beroperasi pada Minggu, tapi sejak beberapa minggu terakhir kami tambah jadwal penyaluran agar stok di SPBU tetap terjaga,” ungkapnya.

Adri juga mengakui bahwa pembukaan operasional depot di hari Minggu menambah beban kerja petugas, karena sebagian besar kendaraan tangki digunakan untuk kegiatan perawatan. Namun, langkah itu tetap dilakukan demi menjamin kelancaran pasokan.

“Memang cukup berat bagi tim kami karena harus mengatur SDM dan armada, tapi prinsip Pertamina adalah pelayanan kepada masyarakat. Jadi kami tetap berkomitmen memastikan pasokan aman, terutama untuk solar bersubsidi,” tegasnya.

Ia menyampaikan, Pertamina juga telah menyiapkan Satgas BBM untuk memastikan stok aman menjelang Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Satgas ini akan memantau stok di seluruh SPBU dan depot setiap hari.

“Satgas sudah berjalan sejak November dan akan aktif hingga setelah tahun baru. Kami pantau terus stok BBM di seluruh jaringan agar tidak terjadi kelangkaan,” ujarnya.

Terkait isu BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran, Adri mengingatkan pentingnya pengawasan bersama antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan pihak terkait lainnya.

“Kami butuh dukungan semua pihak agar BBM subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Kalau ada oknum yang menyeleweng, tentu ini merugikan publik,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Adri juga mendukung langkah Pemerintah Kota Palu dan Pertamina Regional untuk menerapkan aturan jam serentak bagi kendaraan pengguna solar bersubsidi.

“Kami mendukung kebijakan Pemkot yang mengatur waktu penyaluran solar, misalnya mulai pukul 19.00 hingga 22.00 malam di seluruh SPBU. Dengan sistem itu, antrean bisa diurai dan distribusi menjadi lebih tertib,” jelasnya.

Ia memastikan bahwa Pertamina telah menyiapkan stok cadangan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi menjelang akhir tahun.

“Kami punya backup stok berupa produk non-subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan BBM,” tandasnya. RIL

Tinggalkan Balasan