Pembangunan Masjid Raya Baitul Khairaat Capai 70 Persen
INFOSULTENG.ID, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura, meresmikan nama Masjid Raya Baitul Khairaat sebagai ikon religius baru di provinsi tersebut. Peresmian ini berlangsung di eks Masjid Agung Darussalam Palu, pada Jumat, 7 Februari 2025.
Nama “Baitul Khairaat”, yang berarti “Rumah Kebaikan”, diharapkan menjadi simbol persatuan, kemajuan, dan kedamaian bagi umat Islam serta seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.
Gubernur Rusdy Mastura menegaskan bahwa masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan moral dan pengembangan ilmu pengetahuan.
“Masjid Raya Baitul Khairaat diharapkan menjadi tempat ibadah sekaligus pusat pembelajaran dan kemanusiaan yang memberikan manfaat bagi semua kalangan,” ujar Gubernur dalam sambutannya.
Beliau juga menekankan bahwa peresmian nama ini menegaskan identitas masjid sebagai ikon religius Sulawesi Tengah, sekaligus memperkuat nilai-nilai kerukunan dan persaudaraan antarumat beragama.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Sulteng, Andi Ruly Djanggola, melaporkan bahwa pembangunan Masjid Raya Baitul Khairaat merupakan harapan besar masyarakat pascagempa 2018. Hingga kini, progres fisiknya telah mencapai 70%, dengan masa pembangunan memasuki bulan ke-17 sejak kontrak ditandatangani pada 20 Oktober 2023.
Bangunan ini didesain tahan gempa dengan 483 titik pondasi tiang pancang, serta mengadopsi arsitektur khas dengan ornamen fasad daun kelor di bawah kubah enamel raksasa. Interiornya mengusung konsep lima waktu salat di mihrab dan Asmaul Husna di dalam kubah.
“Semoga masjid ini menjadi aset berharga bagi Provinsi Sulawesi Tengah, memberikan manfaat spiritual, sosial, dan budaya bagi seluruh masyarakat,” tutup Gubernur Rusdy Mastura.*
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







